Home > Inspirasi > Lapar, Ulumuddin Pun Kehilangan Keceriaannya

Lapar, Ulumuddin Pun Kehilangan Keceriaannya

Photobucket Terjerat kemiskinan, Jarni, terpaksa memberi makan seadanya kepada cucunya, Ulumuddin, yang baru berusia 4 tahun. Akibatnya bocah pria ini menderita gizi buruk dan mengalami kelumpuhan.

Jarni, mau tidak mau harus memberi cucunya makan beras yang dicampur dengan nasi aking, nasi sisa yang dikeringkan dan biasanya dijadikan panganan ternak itik atau bebek, karena mahal harga beras saat ini.

Ulumuddin pun kehilangan masa anak-anaknya yang ceria dan penuh warna. Ulumuddin tidak bisa bermain dengan teman-teman sebayanya, karena ia harus digendong terus menerus oleh sang nenek.

Photobucket Ulumuddin tidak bisa berlari kesana kemari, karena kakinya lumpuh. Tidak bisa mencoret-coret dinding, selain karena dinding rumahnya terbuat dari gedek, tangan Ulumuddin pun tidak bisa memegang dengan benar.

Jarni, yang sering membantu tetangganya mencuci pakaian dan piring demi penghasilan yang jauh dari cukup, dititipi Ulumudin sejak berusia 1 tahun. Nia, ibunya berangkat menjadi Tenaga Kerja Wanita di Arab Saudi. Sedangkan ayahnya menikah lagi. Naas…

Kelaparan…saat ini menjadi peristiwa yang paling mengenaskan untuk bangsa Indonesia, selain lumpur Lapindo yang tak selesai-selesai. Ditengah wabah gizi buruk yang melanda daerah-daerah di Indonesia, Presiden SBY malah pergi ke luar negeri.

Indonesia makmur, gemah ripah loh jinawi, seperti tinggal cerita. Bumi pertiwi yang terkenal subur, seakan tidak ada artinya jika sekarang ini. Krisis pangan melanda, kelaparan merebak, bahkan tak sedikit yang mulai terkena busung lapar. Ironis memang, karena terjadi di negeri yang terkenal agraris.

  1. March 17, 2008 at 9:20 pm | #1

    adakah bloger di daerah serang dan tangerang? atau banten? mari berbagi mari kampanye bersama membantu saudara2 yang tertimpa kelaparan…

  2. March 18, 2008 at 2:50 am | #2

    Duuh mbak… miris bgt liat fakta begini…

  3. March 18, 2008 at 8:19 am | #3

    innalillahi… percaya gak percaya ternyata masih banyak saudara2 qt yg kelaparan :(

  4. March 18, 2008 at 10:23 am | #4

    mbae gimana yah cara menyalurkan bantuan supaa langusng kena ke sasaran? pernah liat stasiun daai tv, ada relawan tsu zi yang keliling survey kasus dan kemudian memberikan bantuan..
    kalob aznas ada juga gak yah relawannya?

  5. March 18, 2008 at 11:02 am | #5

    brti ente ikut acara anak2 surabaya yg ke semarangkah..???

  6. March 18, 2008 at 11:44 am | #6

    mbak, blogfam ada acara sosial gitu nggak?
    benar2 mengenaskan atiap lihat berita kelaparan di tv.

    makasih mbak… kita tukeran tanda tangan ya…

  7. March 19, 2008 at 11:54 am | #7

    Emang miris sekali ya liat sodara2 kita yg kelaparan…. bener tuh pertanyaan Widya, gmn caranya menyalurkan sumbangan spy tepat ke sasaran ya? Kadang2 kita hanya kasih bantuan ke penduduk sekitar kita aja…

  8. Zee
    March 19, 2008 at 12:09 pm | #8

    Gak habis pikir memang, masa bisa kelaparan di Indonesi. Selain kurangnya perhatian pemerintah thd warga miskin, edukasi soal pangan & gizi jg kurang. Sy pikir, bagaimanapun seharusnya setiap manusia bisa bertahan hidup dengan apa yang ada di sekitarnya. Kangkung yang bisa tumbuh di selokan, ubi kayu yang bisa dimakan buah & daunnya. Sudah terbiasa dan terlena oleh keadaan kadang membuat manusia lupa u/ berusaha. Tidak bermaksud menyalahkan si nenek ato siapa saja, tapi menurut ku ini tanggung jawab bersama u/ saling membantu.

  9. March 19, 2008 at 4:09 pm | #9

    intinya life is struggle, dan bagaimana dengan postingan yang ini, ayooo bantu :)

  10. March 19, 2008 at 4:56 pm | #10

    ini baru postingan, yg bagus emang yang menggugah mata hati

  11. March 20, 2008 at 12:40 pm | #11

    hmmh.. gak bisa tunggu pemerintah mbak
    jpb 4 bisa digalangin dana sekalian buat kelaparan nih mbak

  1. No trackbacks yet.