Menantu VS Mertua

Photobucket Menantu perempuan vs Mertua perempuan, udah bukan hal yang aneh.

Masalah klasik, nyaris terjadi di semua menantu dan mertua. 40 hari 40 malam, ngak bakal selesai ngebahasnya.

Malah udah jadi seperti mitos. Mungkin karena terjadi sejak jaman dahulu kala, sewaktu dunia ngak kenal global warming. Ibarat kata seperti kucing sama tikus, Tom and Jery :D

Ini ada joke yang gw ditemuin di salah satu situs (jangan dipermasalahkan ceritanya yah, ini cuma perumpamaan) :

Dua perempuan setengah baya datang ke hadapan Raja Salomo dengan membawa seorang perempuan muda yang mereka akui sebagai menantunya. Mereka saling memperebutkan perempuan muda itu.

Melihat itu, Raja Salomo mengambil pedangnya dan mengatakan akan membelah dua si perempuan muda, sehingga masing-masing akan memperoleh setengahnya.

Wanita I : Ya, belah saja perempuan itu.

Wanita II : Jangan Baginda, saya tidak tahan melihatnya. Serahkan saja perempuan itu kepada ibu itu. Saya rela.

Raja Salomo memerintahkan perempuan muda itu diserahkan kepada wanita yang pertama.

Penasihat Raja kebingungan dan bertanya kenapa perempuan muda itu tidak diserahkan kepada wanita yang kedua.

Raja Salomo : Karena ia meminta membelahnya, saya yakin wanita pertama itulah mertuanya.

Ternyata yang terkesan jahat itu adalah mertuanya…..he….he….

Mertua musuh menantu, menantu momok bagi mertua. Tinggal suami yang terjepit, ibarat makan buah simalakama. Dimakan bapak mati, ngak dimakan ibu mati.

Yang satu istri, yang pasti bakalan cemberut kalau ngak dibelain.

Yang satu ibu, bakal dikutuk jadi batu kalau durhaka sama ibu.

Gw sendiri masih bingung sampai sekarang kalau ditanya solusinya bagaimana kalau kita bermasalah sama mertua.

Pertama, karena mertua gw tinggal di Yogya, yang datang ke rumah, setahun belum tentu dua kali (karena lebih sering gw sekeluarga yang ke Yogya), jadi jarang ketemu dan jarang terlibat langsung kalau berkomunikasi.

Kedua, karena gw ngak bisa masak, jadi kalau mertua gw datang dan masak, merupakan kebahagiaan tersendiri buat gw. (Yah daripada pusing mikirin menu, serahkan aja ke beliau, beres kan).

Ketiga, karena gw orang Batak dan ngak terlalu ngerti bahasa Jawa, jadi kalau mertua ngomongin gw, yah gw ngak tau :))

Nah begitulah.

Tapi nih menurut pakar psikologi, yang banyak bertebaran itu, salah satu solusi mengatasi konflik menantu vs mertua kira-kira seperti ini :

- Sayangi mertua seperti ibu sendiri

- Lihat hal-hal yang baik dari mertua

- Ajak mertua berdiskusi jika terjadi perbedaan

- Terbuka sama suami

- nah ini yang paling penting, kalau ada konflik jangan langsung minggat dari rumah. Rugi bo’.

16 komen sejauh ini

  1. Intan on Mei 1, 2008

    Hehehe… Sama, gw juga gak terlalu bermasalah sama mertua Mbak.. Kadang suka kasihan sama temen2 yg ‘bermasalah’ sama mertua, tapi mau kasih solusi juga gak tau lha mertua gw baek banget begitu :D

    Btw, gw juga baru nulis ’surat’ ke mertua di last posting gw :)

    Have a great weekend, Mbak Indah :)

  2. kabarihari on Mei 2, 2008

    Ibu mertua saya sekarang malah serumah ama kami. Terbantu juga jadinya.
    Dulu2 saya sempet anti dengan mertua, tapi ternyata saya salah.
    Bermasalah itu biasanya karena masing-masih egonya gede, ngga mo ngalah (trus pada kebanyakan nonton sinetron jg kali :mrgreen: )

  3. Eucalyptus on Mei 2, 2008

    Alhamdulillah selama ini hubungan saya sama ibu mertua baik2 aja, malahan ada yg bilang saya ini emnantu kesayangan lho (hehe, dapet bocoram dari tukang pijitnya maam mertua). Abis saya udah gak punya ortu lagi, dan sekarang tinggal mama mertua yg masih hidup. Jadi emang kita selalu merhatiin beliau, biarpun jauh tinggalnya di Manado, tp komunikasi gak pernah putus…

  4. si momi on Mei 2, 2008

    intinya, namanya sama2 perempuan, apalagi rebutan 1 laki2, dimana juga sama. tapi tergantung pribadinya juga si ndah, kalau mau nurutin emosi sih dimana juga nggak akur.
    gue untungnya jauh dirantau, ketemu mertua juga sekian tahun sekali. walaupun sekali ketemu bisa tinggal bareng berbulan2, tapi so far gpp tuh. malah banyakkan curhat ke gue ketimbang sama anaknya……krn anaknya lebih galak drpd bininya…hehehe….

  5. linda on Mei 2, 2008

    tambah 1 lagi mbak, kalo ada masalah antara menantu dan mertua jangan sedikit2 ngadu sama suami. hehehehe *pengalaman pribadi adik ipar yg tukang ngadu*

  6. Za on Mei 2, 2008

    huehhehe….jadi tambahan bacaan nih…
    Alhamdulillah, baik2 saja hubungan ama ibu mertuaku….malah kmaren sempet dibawain masakan =P~

  7. wkurniawan on Mei 2, 2008

    jangan nulis ginian donk, kita-kita yang muda yang mo kawin jadi tambah deg-degan hehe…

  8. elyswelt on Mei 2, 2008

    satu dapur memang sebaiknya untuk satu perempuan saja :P

  9. ocha milan on Mei 3, 2008

    Hihi, cerita raja salomo nya itu lho.. huakakakak. Kalo aku sih dengan mama “mertua” malah serasa mama sendiri. sapa yg di dapur dia yg masak. yg g didapur maen ama si kecil. ahh jadi kangen mama kedua ku itu.

  10. Ygpunyablog on Mei 3, 2008

    Intan : Iya diriku sudah baca, menyentuh loh.

    Mas Hari : betul,lama-lama juga akan ada pengertian

    Eucalyptus : Benar Mbak Evi, yang penting komunikasi gak terputus :)

    Sili : Iya tuh, banyak yang gitu, anaknya lebih galak daripada mantunya. Setuju, gak nurutin emosi.

    Linda : Iya, jangan jadi pengaduan yah :)

    Za : he…he…masih baru Za :) welcome to new world.

    wku : tenang aja, ini cuma 1 diantara 100 :)

    Elyswelt : kecuali dapurnya luas yah mbak D

    Ocha : jarang ketemu kah ?

  11. Faradina on Mei 3, 2008

    Alhamdulillah sampai sekarang hubunganku sama ibu mertua mesra2 aja. Tapi itu nanti, gak tau kapan. Cz, belum merid sih. Hehe…

  12. suci on Mei 3, 2008

    waduh blom punya mertu neeeeh… jadi serem!

  13. Ndoro Seten on Mei 5, 2008

    kisah abadi senjang jaman memang…

  14. macanangh on Mei 12, 2008

    yup, sayangi mertua, dan,, calon mertua juga..hehe

  15. achmadfahdi on Mei 12, 2008

    perlakukan mertua layak orang tua kandung kita dech…

  16. Lily on Mei 26, 2008

    wah bagus juga ceritanya tambah wawasan. ternyata ada juga di ceritanya salomo. he..he..2x. sekarang gw lagi ngalami gw sempet sebel soalnya mertuaku ketahuan ngjelek-jelekin gw di dpn orang (org luar lagi) tidak sekali dua kali berkali-kali. geblak…. padahal gw juga dah baik sama dia loh. kok dibalas jahat sih…sedih deh. emang sih awalnya dia ga setuju anaknya married ma gw krn kondisi ekonomi. dia mintanya dari keluarga kaya spy kecipratan. tp berjalannya waktu kami semakin diberkati ganti dia minta upeti. ih sebel deh gw harus gimana dong

Leave a reply