Home > Inspirasi > Yang muda yang merokok

Yang muda yang merokok

Waktu peringatan Hari Tanpa Tembakau, gw lihat tayangan di salah satu stasiun TV tentang meningkatnya jumlah perokok aktif remaja.

Gw lihat anak-anak laki itu, dengan asyiknya menikmati isapan demi isapan dari lintingan rokok itu. Mereka ngak peduli sekitarnya, orang-orang yang terbatuk-batuk akibat asap rokok yang mereka hembuskan. Mereka santai, meski ada orang-orang yang menatap mereka dengan tatapan penuh kasihan, “kecil-kecil kok udah ngerokok.”

Miris gw ngeliatnya. Kalau anak-anak itu berasal dari kalangan orang yang duitnya berkarung-karung, gw sedikit ngak pedulilah, tapi kebetulan yang ditayangin itu adalah anak-anak jalanan, yang pekerjaannya mengamen, minta-minta di lampu merah, yang ibarat kata uang buat sekolah aja mereka kesusahan apalagi cuma buat beli rokok.

Tapi menurut survey itu, anak-anak jalanan membelanjakan 20 persen dari penghasilan untuk konsumsi rokok.

Setiap tahun, jumlah perokok di Indonesia meningkat 60 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,2 % adalah perokok aktif usia muda. Sebagian besar remaja itu merokok di usia 15 tahun.

Apa karena tingginya perokok remaja aktif membuat Indonesia menjadi negara kelima dengan konsumsi rokok terbesar di dunia ?  Padahal, kematian akibat merokok di Indonesia mencapai 57 ribu pertahun dengan konsumsi rokok mencapai 5,6 triliun batang rokok per tahun.

Gw bersyukur punya dua adik laki-laki dan satu adik ipar laki-laki yang tidak merokok (dan semoga nanti kalau mereka udah punya duit sendiri, ngak tertarik buat ngerokok) dan punya suami yang ngak ngerokok (jangan sampailah, gw ngak doyan mulut bau rokok…ha…ha…ha… – gw ngebayangin si ratu kopdar itu menyeringai dengan hebatnya) 

Dan suatu hari nanti, jika gue punya anak laki-laki (kalau gw mau hamil lagi :D ), mudah-mudahan anak gw bukan perokok. Bukan gw anti atau benci sama perokok, cuma bukankah merokok itu tidak baik untuk kesehatan. Baik itu kesehatan badan dan kesehatan kantong/tas/brankas uang kita sendiri.  

  1. June 4, 2008 at 11:24 am | #1

    kata om wiki, Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

  2. June 4, 2008 at 11:42 am | #2

    Yah. Syukurnya suamiku jg bukan perokok. Jd klo ada asap rokok dikit di rumah ini, entah itu sopir ato sapa, langsung aq tegur, merokok aja di halaman, kekeke…..

  3. June 4, 2008 at 11:52 am | #3

    suamiku perokok… tapi anakku laki2 dua2nya … eh gak nyambung yah mbak?

    kesimpulan? mau punya anak laki? suami suruh ngerokok… *halah premis yang tidak jelas

  4. June 4, 2008 at 12:13 pm | #4

    dilarang merokok (bagi yang tak mampu)

    *sambil isep 234* ^_*

  5. June 4, 2008 at 1:30 pm | #5

    bete sama perokok yg egois (merokok di tempat umum) *dzigh*

  6. June 4, 2008 at 1:43 pm | #6

    nggak hanya laki mbak… sekarang perempuan juga kan banyak yang ngerokok.

    sedih ya, katanya harus berhemat. kadang sampai bela2in mengurangi keperluan primer seperti makanan dan pakaian. mengurangi tabungan dan investasi juga. tapi yang mengurangi rokok, berapa banyak ya?

  7. June 4, 2008 at 2:36 pm | #7

    no smoking
    *oot mode on*

  8. June 4, 2008 at 9:33 pm | #8

    untung saia ndak muda…haish

  9. June 4, 2008 at 11:25 pm | #9

    hemmm….ada rencana punya baby lagi nih yah heheehe :D

    yap..setuju aku jg sebel kalau lagi jalan2 tiba2 mencium bau rokok….bikin puyeng, lagian sayang…cape2 kerja kok hasilnya dibakar

  10. June 5, 2008 at 2:42 am | #10

    gw paling suka mengendus bau tembakaw..mmm…nyammy nyammy

  11. Evy
    June 5, 2008 at 4:47 am | #11

    Check this out, mbak:
    David Sedaris at http://www.thedailyshow.com/
    He quit smoke after spend 26ooousd and stay at Japan for 3 mos. Borrroosss, mending jangan nyoba2 mulai deh!

  12. June 5, 2008 at 11:38 am | #12

    huh, bakar kok bakar duit..

  13. June 5, 2008 at 2:33 pm | #13

    weh yang berkunjung nggak ada yang dari para perokok nih .. :)

    sebenernya para perokok pun tahu tentang keburukan dari rokok, tetapi mereka sendiri sepertinya kesulitan untuk menghentikan karena sudah menjadi kebiasaan ..

    selain itu dah dikasih fatwa haram pun mereka juga mbideg ae .. :( n’ sepertinya iman mereka tidak terpengaruh dengan dosa .. :(

    dan seharusnya mereka berpikir bahwa yang menghabiskan rokok itu sesungguhnya kebanyakan dari para kalangan menengah ke bawah .. :)

  14. June 5, 2008 at 3:05 pm | #14

    Setuju banget.. aku trmasuk yg anti rokok dan asap nya..

    Kadang yg ngerokok suka gak toleran kita gak suka asap rokok.. Galakan mereka gitu, yee kenapa gak isap sekalian tuh asepnya ya

  15. ven
    June 5, 2008 at 10:29 pm | #15

    iih aku paling benci sama orang yg merokok….menurutku perokok tuh orang yg paling egois….
    enak di dia gag enak buat yg laen

    alhamdulillah bapakku, mertua laki, adik laki bahkan suamiku gag ada yg perokok. Amaaan

  16. tc
    June 6, 2008 at 12:44 pm | #16

    kemaren aku pas maen ke mall, liat anak perempuan (sepertinya masih smp) nongkrong rame2 di food court bareng temennya, sambil ngisap rokok dengan santainya…
    duuuh….

  17. June 6, 2008 at 7:55 pm | #17

    gue pernah menemukan seorang miskin, yang udah dikasih uang, bukannya beli makanan, malah beli rokok…

    abis itu, gue nggak pernah mau ngasih uang lagi ke peminta-minta… mending kasih barang sekalian…

  18. June 8, 2008 at 10:24 am | #18

    Ajakan buat semua blogger Indonesia, dan bagi siapa saja yang mensyukuri anugrah Illahi berupa keindahan Danau Toba, keunikan Taman Nasional Komodo, dan fenomena Gunung Krakatau :

    ayo ramai-ramai berikan suara dukungan (vote secara online) agar ketiga obyek wisata yang kita banggakan itu menang dalam pemilihan sedunia “Tujuh Keajaiban Alam”.

    Saat ini, ketiga obyek wisata Indonesia itu masih terseok-seok di papan tengah di antara 77 kontestan dari seluruh dunia. Persaingan sangat sengit. Dan sedihnya, kita masih kalah dari Singapura dan Malaysia.

    Info selengkapnya, klik saja link ini :

    http://tobadreams.wordpress.com/2008/06/06/dukung-danau-toba-agar-masuk-tujuh-keajaiban-alam/

    terima kasih

  19. June 8, 2008 at 5:00 pm | #19

    aku jugah merokok…. :(

  20. June 8, 2008 at 8:57 pm | #20

    *pegang rokok*

    *cari korek*

    *eh di tegur istri*

    *pindah posisi*

    Hahahaha

  21. June 9, 2008 at 3:58 pm | #21

    susah komennya, adek gw yg laki sama bokap perokok semua…..cape ngebawelin mereka….karena toh pada akhirnya gw pernah jatuh cinta sama perokok dan dilecehkan abis2an sama mereka…..tapi gw masih bersukur jatuh cinta sama perokok bukan perampok….kan bisa lebih susah lagi :p

  22. June 9, 2008 at 7:02 pm | #22

    memang nggak mudah berhenti merokok , setidaknya buat teman kerja suamiku yang dah divonis dokter utk berhenti merokok, tapi dia nggak sanggup, jadinya ya sering sakit2 an terus, dan sering nggak masuk kerja

  23. June 10, 2008 at 10:06 am | #23

    @joey d’juve, mau nanya niiiih, posisi apa yang pindah? wakakakakakak

    *ngerokarokean lagi *

  24. June 10, 2008 at 3:19 pm | #24

    kalo saya ngerokok biasanya kalo lagi ngumpul bereng teman²..

    susah rasanya menolak ajakan setan yang terkutuk teman buat ikutan ngerokok.. :mrgreen:

  25. June 10, 2008 at 6:17 pm | #25

    Rokok ???
    Jangan pernah memulai …
    Kalaupun sudah terlanjur …
    cobalah untuk mengurangi …
    Bisa … bisa … bisa …

    (trainer bicara pada diri sendiri …)

  26. June 13, 2008 at 6:33 pm | #26

    Alhamdulillah suami udah berenti merokok tahun ini, atas kesadaran sendiri….

  27. June 14, 2008 at 8:23 am | #27

    Salam
    Iyalah Ndah bukan benci perokok tapi benci rokok dan asap rokok, dan yang jelas merokok itu pasti merusak mata lho, gimana engga klo nyandu sampe sehari beberapa bungkus ya jelas merusak mata pencaharian, kecuali buat yg kebanyakan duit yee :D
    Oh ya gw mengamini semua doanya aja deh :)

  28. June 17, 2008 at 1:47 am | #28

    nggak bisa dipungkiri bahwa rokok indonesia itu memang harum dan gurih ketimbang rokok luar negri. di canada, rokok itu super mahal, barang lux lah buat perokok. karena tax nya nggak kira2 bisa berlipat2. kalau perokok sini, mereka membeli rokok di dalam Indian Reservation, karena native indian mempunyai hak untuk memproduksi rokok mereka sendiri, tapi hanya boleh untuk di konsumsi sendiri. tp org2 suka nekad, memanfaatkan teman native nya buat beli rokok lokal demi harga murah.
    untung….aku nggak seperti orang2 itu…..enak juga ya hidup sehat.

  29. June 24, 2008 at 11:14 am | #29

    Bener bgt tuh mbak… males bgt ngeliat orang ngeroko.. apalagi kalo cewek ngerokok *rokok beneran* uh…. ilfil bgt.. walaupun dia cantik.. menurut gue kalo lagi ngerokok.. heueh.. kecantikannya hilang 50% dan males bgt deket2…

    Gue benci rokok dan para perokok yg deket2 gue kalo lagi ngerokok

    Kabar2i MUI diminta untuk mengeluarkan Fatwa hukum merokok Haramkah or makruhkah..
    tapi yg pasti Rokok itu memberi racun dan penyakit yg dapat merusak tubuh

  30. June 24, 2008 at 2:02 pm | #30

    Ngapain yah pada ngerokok. Nggak takut impoten apah?

  31. June 25, 2008 at 11:05 am | #31

    masztur, emang bisa :) )