Home > Iseng > Perempuan dan Stress Tinggi – sebuah kesimpulan iseng

Perempuan dan Stress Tinggi – sebuah kesimpulan iseng

Terpicu dari berita ngak terpilihnya Ibu Nila Djuwita Moeloek jadi Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, dengan alasan gagal uji kesehatan karena tidak tahan menghadapi stress tinggi (eh emang ada yah stress tinggi ?), iseng-iseng gw browsinglah dan menemukan ini :

JAKARTA, KOMPAS.com - Wanita karier di Indonesia mempunyai masalah yang kompleks. Selain harus menjalankan kariernya, para wanita juga harus memikirkan suami, masalah keluarga, kesehatan, dan dibebani masalah kesuburan. Ini menyebabkan para wanita karier cenderung lebih mudah terkena stres tinggi.

Lengkapnya klik dimari yah.

Kalau ngak berkarier, apa ngak stress juga ? Secara perempuan yang memilih kerja di rumah, lebih berat loh, bayangin aja 24 jam kerja tanpa henti..hehehehe (bersihin rumah, ngurusin anak dan suami, masak, dll) rasanya punya tanganĀ  2 aja ngak cukup :)

Hihihihi, perempuan…perempuan, tak indah dunia tanpamu (halah)

Mari kita nikmati dunia dengan santai..hehehehe

  1. October 26, 2009 at 2:07 pm | #1

    biasanya perempuan itu susah dihinggapi stress…

  2. October 26, 2009 at 5:59 pm | #2

    Menurut sebuah riset, perempuan justru lebih tahan terhadap stress loh Mas.. Didasarkan pada lebih banyaknya beban yang mereka harus hadapi semasa hidupnya.
    Entah itu valid atau nda hehehe

  3. October 27, 2009 at 8:49 am | #3

    Duh…, saya bersimpati sekali atas gagalnya Ibu Nila ini menjadi Menkes KIB II. Bukan karena saya tahu kompetensi beliau, tapi simply karena rasanya pasti gak enak banget mengalami semua hal itu…

    Eniwei, beliau stress gak ya gara-gara hal ini?

    Nice post :)

  4. October 27, 2009 at 11:38 am | #4

    menikmati dunia dengan santay? hehehe, aku santay kok…cuma kadang ada waktunya berlari, kenapa? pengen aja ;)

    Gimana kabarnya si kecil? udah bisa ngeblog belum? hihihihi

  5. October 28, 2009 at 12:56 pm | #5

    alasan tidak memilih ibu Nila itu karena berpegang pada peribahasa “Akibat nila setitik takut rusak susu sebelahnya” ….

  6. October 29, 2009 at 1:42 pm | #6

    Hadoooh…makin stres deh bu Nila krn gak terpilih jadi menteri!

    Mau jadi wanita karir, mau jadi ibu RT, semua ada stres nya ya. Karena hidup gak selurus dan sesederhana kayak bacaan anak TK (yang sekarang mangkin njelimet juga menurut sayah).

    Waa…ngomong apa sih sayah? hehe…

    Pakabar Bu??

  7. de
    October 29, 2009 at 7:11 pm | #7

    ada apa dengan PEREMPUAN? kok judul posting lo itu muluw

    Dah gak betah jadi perempuan?

    gw lagi menikmati hasil oprasi transgender nih

    hahahha

  8. October 30, 2009 at 2:37 pm | #8

    perempuan, tak indah dunia tanpa mu …

    Setujuuuuu
    Setujuuuuu banget …

  9. October 31, 2009 at 6:21 pm | #9

    Iya, Bunda. Justru perempuan yang di rumah aja itu lebih stress… yang diurusin BWANYAK BWANGED!!! :D hehehehe..

    Met wiken…

  10. November 5, 2009 at 10:58 am | #10

    gue stress kalo ada perempuan stress :P

  11. November 5, 2009 at 10:44 pm | #11

    tapi kalau perempuan kerja di rumah, lebih sehat kayaknya.. :D
    mukanya jadi keliatan lebih seger dah :D

    *tergantung orangnya juga sih, hihihi…

  1. No trackbacks yet.