Recovery
- Tang (chek)
- Palu (chek)
- Mur (chek)
- Baut, sekrup (chek)
- Obeng (chek)
- Jarum… kok ada jarum sih ?
Tukang reparasi : kira-kira 2 minggu baru kelar, neng.
yang mau direparasi : dua minggu ? lama amat pak, kan banyak kerjaan.
- Tang (chek)
- Palu (chek)
- Mur (chek)
- Baut, sekrup (chek)
- Obeng (chek)
- Jarum… kok ada jarum sih ?
Tukang reparasi : kira-kira 2 minggu baru kelar, neng.
yang mau direparasi : dua minggu ? lama amat pak, kan banyak kerjaan.
Waktu peringatan Hari Tanpa Tembakau, gw lihat tayangan di salah satu stasiun TV tentang meningkatnya jumlah perokok aktif remaja.
Gw lihat anak-anak laki itu, dengan asyiknya menikmati isapan demi isapan dari lintingan rokok itu. Mereka ngak peduli sekitarnya, orang-orang yang terbatuk-batuk akibat asap rokok yang mereka hembuskan. Mereka santai, meski ada orang-orang yang menatap mereka dengan tatapan penuh kasihan, “kecil-kecil kok udah ngerokok.”
Miris gw ngeliatnya. Kalau anak-anak itu berasal dari kalangan orang yang duitnya berkarung-karung, gw sedikit ngak pedulilah, tapi kebetulan yang ditayangin itu adalah anak-anak jalanan, yang pekerjaannya mengamen, minta-minta di lampu merah, yang ibarat kata uang buat sekolah aja mereka kesusahan apalagi cuma buat beli rokok.
A couple had two little boys, ages eight and ten, who were excessively mischievous.
The two were always getting into trouble and their parents could be confident that if any mischief occurred in their town, their two young sons were involved in some capacity. The parents were at their wit’s end as to what to do about their sons’ behavior.
The parents had heard that a clergyman in town had been successful in disciplining children in the past, so they contacted him, and he agreed to give it his best shot. He asked to see the boys individually, so the eight-year-old was sent to meet with him first. The clergyman sat the boy down and asked him sternly, “Where is God?”
Sebentar lagi, ulangan umum untuk kelas V SD kebawah, sudah diambang mata. Lily, yang duduk di kelas II SD, juga akan ulangan umum mulai tanggal 12 Juni 2008. 14 mata pelajaran, yang akan diuji yang terbagi dalam dua kelompok, ulangan praktek dan ulangan materi.
Banyak yah ? Beginilah resiko kalau sekolah di setengah madrasah, setengah sekolah umum (ini satu-satunya sekolah yang deket sama rumah gw).
Dari perbincangan di milis perempuan yang gw ikutin, nyaris sebagian besar orang tua (ibu-ibu terutama), yang laksana kebakaran jenggot kalau anaknya mau ulangan umum. Tapi sih bukan ibu-ibu di milis itu aja, di sekolahnya Mbak Lily, ibu-ibunya malah ikutan sekolah (belajar, ini ungkapan gw buat ibu-ibu yang suka antar jemput anaknya sekolah), dengan repot-repot bertanya sama bapak/ibu guru tentang apa materi yang akan diujikan.
Bete…sudah sebulan ini gw terus-terusan dapat email seperti ini :
Attention Winner.
Dear Winner.
We wish to congratulate you over your email success in our computer balloting sweepstake held on 26th of May 2008. This is a millennium scientific computer game in which email addresses were used. It is a free promotional program aimed at encouraging internet users; therefore you were not require to buy a ticket to enter for this lottery. You have won and have been approve for the star prize of 150,000.00 Euro.(One Hundred and Fifty Thousand Euros) CONGRATULATIONS!!
To claim your winning prize you are to contact the appointed agent as soon as possible for the immediate release of your winnings:
Iseng baca majalah Femina lama, ada artikel yang membahas tentang “Resep Langsing ala Pria”. Dituliskan bahwa banyak pria lebih sukses bertekad menurunkan berat bandang ketimbang wanita.
Dengan antusias gw membaca artikel itu. Bukan apa-apa, karena gw termasuk kategori selalu dan selalu gagal berdiet. Udah pakai cara apapun. Bahkan bisa dibilang gw korban iklan obat-obat pelangsing yang sudah diminum dan ngeluarin duit ngak sedikit tapi tetep aja, lebar disana-sini. Nambah malah…he….he….he…
Ternyata memang banyak lho perbedaan yang bikin pria lebih sukses berdiet ketimbang kaum perempuan. Misalnya nih :
- waktu memutuskan berdiet, pria melakukan dengan dua cara, kurangi porsi makan dan banyak bergerak.
Gw ? Makanan sih berkurang, udah jarang ngemil, tapi bergerak ? paling banter jalan-jalan didepan rumah. Itu juga seminggu sekali
- Kalau pria sudah niat berolah raga, mereka ngak peduli dengan pakaian yang dikenakan. yang penting buat olah raga.
Kalau perempuan (Gw lho), baru niat mau aerobic aja, gw udah mikirin duh pakai baju apa yah. Masa gw pake kaos itu terus sih ? Baju olah raga gw yang matching mana yah ? Yang ada, malah ngak jadi-jadi deh fitnessnya :))
- Dan yang paling telak buat gw adalah, selalu bertahan dengan pendapat : Mana sempet olah raga (Pria selalu berusaha menyempatkan diri untuk berolah raga, meski hanya sesekali). Gw kan sibuk ngurus anak, kerja, dugem…he….he…. Padahal gw rasa semua orang sibuk kok, tapi mereka masih sempat berolah raga.
So, jadi perlu juga dicontoh kiat sukses para pria berdiet, yah dengan cara :
- Kurangi porsi makan secara bertahap dan banyak bergerak dengan olah raga yang mengalirkan hormon serotonin.
- Tak pusingkan body image, meski bokong dan paha besar tidak usah takut, karena keduanya tidak berpengaruh pada kesehatan. Yang penting tuh memperhatikan lingkar pinggang, karena lebih dari 80 cm rawan terserang penyakit jantung koroner.
- Ada waktu berolah raga
- Ngak perlu dandan waktu berolah raga
- Dan ini yang terkait dengan pola makan : kurangin deh tuh cemal cemil, banyakin makan buah sama sayur, nggak makan makanan yang lemaknya tinggi (kalau bisa ngak konsumsi daging merah), jangan makan gorengan apalagi yang dijalan-jalan, minyaknya tuh jahat banget dan lebih banyak konsumsi yang dikukus.
Apa ini udah gw lakuin ? Baru setengah jalan, belum total
Atau ada yang mau berbagi resep langsingnya ?
Untuk keempat kalinya gw dapat email tentang yang satu ini, kelakuan si kucing garong.
Nasib…nasib… udah BBM naik, naik daun juga wakil rakyat yang satu ini.
ah…tulis lirik lagu aja deh
Surat untuk Wakil Rakyat
song by : Iwan Fals
untukmu yang duduk sambil diskusi
untukmu yang biasa bersafari
di sana, di gedung DPR
wakil rakyat kumpulan orang hebat
bukan kumpulan teman teman dekat
apalagi sanak famili
di hati dan lidahmu kami berharap
suara kami tolong dengar lalu sampaikan
jangan ragu jangan takut karang menghadang
bicaralah yang lantang jangan hanya diam
di kantong safarimu kami titipkan
masa depan kami dan negeri ini
dari Sabang sampai Merauke
Saudara dipilih bukan dilotre
meski kami tak kenal siapa saudara
kami tak sudi para juara
juara diam, juara he’eh, juara ha ha ha……
wakil rakyat seharusnya merakyat
jangan tidur waktu sidang soal rakyat
jangan tidur waktu sidang soal rakyat
wakil rakyat bukan paduan suara
hanya tahu nyanyian lagu “setuju……”