Gadis Korek Api

Sabtu, malam minggu.

Taruli paling ngak bisa liat ibunya nganggur..:((

Dengan wajah polosnya, dia menghampiri sambil bilang, “Bun, gak cape kan ? Aku pengen deh diceritain ibu..:))

“Mbak Lily, ibu ceritain gadis korek api aja yah”. “Gadis korek api ? Emang korek api bisa ngomong…” tuing…tuing..^_^
“Gak. Gadis korek api itu, ceritanya tentang anak perempuan yang jualan korek api, tapi gak ada yang mau beli”.
“Waktu kecil, ibu suka baca cerita ini, tapi kalau baca cerita ini, ibu suka sedih, tapi buat Mbak Lily, ibu ceritain deh”.

Cerita tentang gadis korek api pun bergulir. Gak terasa, suara udah mulai tercekat. Memang kalau baca cerita ini suka sedih karena penderitaan si gadis penjual korek api.

“Ibu sedih yah?, tanya Lily.
“Gak, Ibu gak sedih”.
“Kalau sedih, gak usah dibeli Bun, bukunya.”
“Gak apa-apa. Ibu pengen beli aja buku ini, biar Mbak Lily tau ceritanya”.
“Ibu gak sedih ? Ibu sayang aku ? Ibu gak usah beli bukunya kalau ibu sedih”. Nanti kalau Ibu sedih, ibu gak sayang aku”…deg.

“Gaklah, biarpun sedih ibu tetep sayang kok sama Mbak Lily dan Kayla. Kan dua-duanya anak ibu, masa ibu gak sayang”.
“Yah sudah, kalau gitu, gak usah dibaca deh. Taruh aja dirak bukunya biar ibu gak sedih”.

Akhirnya tuch buku Gadis Korek Api gak kelar dibaca. But, suatu hari nanti pasti Taruli minta bacain juga. Saat ini dia gak mau liat ibunya sedih..:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s