Menumbuhkan Minat Baca pada Anak

Di Harian Kompas Minggu, 27 Nopember 2005, ada advertorial yang mengulas tentang menumbuhkan minat baca pada anak. Disebutkan bahwa masyarakat (dari berbagai kalangan) masih belum memahami benar pentingnya membaca.

Padahal melalui buku, seseorang dapat memperkaya wawasan, memperluas cakrawala berpikir, mengasah daya imajinasi, menambah kosa kata baru, ataupun mengetahui tempat-tempat di belahan dunia lain yang belum pernah dikunjungi.

Menumbuhkan minat membaca pada anak harus dimulai sejak dini namun tidak bisa dipaksakan begitu saja. Membutuhkan proses yang cukup panjang dan berbeda-beda pada setiap anak. Untuk memulai, bisa dengan memberikan buku cerita bergambar, penuh dengan warna sambil kita membantunya untuk mengenali huruf dan warna.

Semakin besar usia anak, buatlah jadwal rutin untuk membeli buku bersama, misalnya setiap anak mendapat prestasi disekolah. Walau anak sudah dapat membaca sendiri, tak ada salahnya jika sesekali kita mendampinginya atau membaca buku bersama-sama.

Seperti orang bilang, anak selalu meniru apa yang orang tuanya lakuka. Atau anak merupakan cermin orang tua. Jadi jika kita mencintai buku, sering membaca buku, maka anak akan mencontoh dan tak terlalu sulit mengajaknya mencintai buku.

Ketahuilah kesukaannya sehingga kita dapat memberikan buku-buku kesukaannya. Dari hal-hal yang sederhana, lama kelamaan akan tumbuh sendiri rasa ingin tahu yang lebih besar sehingga mereka pun mencari buku dengan tema lain.

Disalah satu milis yang Ibu ikuti, disebutkan juga untuk menumbuhkan minat baca anak adalah berawal dari orang tua. Kalau orangtuanya suka baca, kemungkinan besar anaknya suka membaca. Ada juga tipsnya lho seperti :

1. Bacakan buku untuk anak setiap hari (jadikan kebiasaan).
2. Usahakan buku mudah dilihat dan dijangkau oleh anak
3. Ajak anak ke tempat yang ada di buku
4. Bacakan dengan ekspresi
5. Lakukan dengan kegiatan mendongeng.
6. Perkenalkan anak pada bacaan-bacaan yg ada di sekitar kita
7. Beri kesempatan mengarang
8. Libatkan seluruh anggota keluarga
9. Ajak anak bereksperimen
10. Mulai dengan orangtua membaca
11. Hargai buku, berikan sebagai hadiah
12. Lakukan dengan gembira

Alhamdulillah, Lily (5,4 tahun) sekarang udah bisa baca. Walaupun belum lancar, karena kalau kata yang terdiri dari lima atau enam suku kata seperti Menumbuhkan, dia kadang suka lupa baca suku kata akhir, jadi hanya dibaca Menumkan atau kalau baca Matahari, Lily bacanya Matari.

Sama kalimat yang ada kata Ng, nah itu suka bablas bacanya. Misalnya : Mengajak, kadang Lily baca men-ajak. Tapi lumayanlah, setidaknya sekarang ini Ibunya udah gak usah terlalu cape bacain buku cerita, yang kadang-kadang selama satu bulan bisa satu buku aja dibaca, sampai Ibu hapal isi ceritanya…he….he…

Meski Lily suka ikutan baca kalau dilihat Ayah – Ibunya baca, tapi belum tahu apa dia berminat baca buku atau tidak. Yang jelas nih, Ibu suka tanya ceritanya lagi sama Lily kalau dia lagi baca buku. Meski kadang ceritanya kadang loncat-loncat gak sesuai buku, tapi dia kayaknya udah ngerti isi buku itu.

Atau kalau Ibu lagi ngetik, suka ngajak Lily. Jadi Ibu ngetik, Lily baca🙂 Kadang kalau lagi ngetik buat blog seperti ini dan isinya tentang dia, Lily nanya kok ada namaku sih bu ? ceritanya tentang aku yah ? Emang aku kayak gitu ?

Nah kalau sudah begitu urusannya bakal panjang🙂 secara ibu musti nerangin panjang lebar kenapa ibu musti ngetik tentang dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s