Si Tudung Merah

De Kayla lagi suka dibacain cerita Si Tudung Merah. Pasti banyak deh yang tau tentang dongeng Si Tudung Merah ini, yang merupakan salah satu dari empat cerita dari Dunia Grimm, karya si Raja Dongeng Hans Christian Andersen . Dari jaman Ibu dan Ayah masih kecil, udah diceritain dongeng ini, kebayangkan tuanya tuh cerita🙂

Dari rumah aja, buku dongeng ini merupakan warisan dari Kak Ririn (anak adik Ibu), yang sekarang sudah kelas satu SMA.

De Kayla sih belum ngerti, Ibu lihat dia sepertinya senang dengan gambarnya dan mungkin karena sering melihat Kak Lily dibacain cerita ini, jadi suka bawa-bawa tuh buku : “ca..aca.. nih,” katanya sambil nunjuk-nunjuk gambar Si Tudung Merah.

Ibu sih seneng-seneng aja ngebacain apalagi karena de’ Kayla belum ngerti kalau Ibu bacainnya suka lompat-lompat biar cepet selesai… he….he… Cuma kak Lily, yang udah tau dan bisa baca suka protes : “Bu, ceritanya gak gitu lagi. Kok Si Tudung Merahnya yang metik bunga gak ada bacaannya,” kata Lily. Ternyata kak Lily gak mau adiknya dibohongin🙂

Oh yah, kesimpulan dari dongeng Si Tudung Merah dan sering Ibu kasih tau sama kak Lily : Setiap Ayah dan Ibu kasih tau, harus dipatuhi dan gak boleh dilanggar. Kalau dah ngomong gitu, kak Lily sih manggut-manggut aja, karena kadang masih suka ngeyel juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s