Rindu Kami PadaMu


Selama dua minggu ini, kak Lily dan de’ Kayla lagi seneng nonton film Rindu Kami PadaMu.
Tiap hari dipasang, ngak pagi, ngak siang plus malam mau tidur. Sampai-sampai cdnya udah baret-baret. Mungkin kalau tuh cd bisa ngomong, pasti udah minta istirahat karena udah dipaksa kerja rodi.

Film Rindu Kami PadaMu dibintangi Neno Warisman, Sakurta Ginting, Nova Eliza, Didi Petet, Jaja Miharja, Fauzi Badillah, Putri Mulia, Raisha Pramesi, Reza Bukan, Arswendi Nasution, dan Yoellita Palar. Film ini disutradarai Garin Nugroho.

Ceritanya sederhana, ngak susah dicerna sama anak-anak. Meski berbagai persoalan ditampilin sebagai penguat cerita, namun fokus cerita pada tiga orang anak, yaitu Rindu, Asih dan Bimo (Sakurta Ginting). Asih, anak Pak Sabeni (Jaja Miharja), suka bikin orang kesal karena selalu nyisain satu tempat kosong disebelahnya, saat dia sholat di masjid kecil di tempat tinggalnya yang berada di suatu pasar tradisional. Asih selalu berharap ibunya yang pergi tanpa pamit, kembali berkumpul bersama ia dan ayahnya.

Rindu, seorang anak tuna rungu anak asuh dari Uni (Neno Warisman), selalu membuat gambar masjid tak berkubah, yang bikin kesel Pak Guru Bagja (Didi Petet), karena menurut Pak Guru, semua masjid itu harus ada kubahnya, kecuali masjid mereka yang belum ada kubah, karena orang-orang di tempat tinggal mereka lebih memilih menyepuh barangnya dengan emas ketimbang memberikan sumbangan buat pembangunan kubah masjid.

Sementara Bimo, yang membantu kakaknya (Fauzi Badillah) mengurus telur-telur yang akan dijual, mencari sosok ibu lewat seorang gadis penjaja cinta (Nova Eliza). Karena inginnya, Bimo beribukan Nova Eliza, ia rela mencuri telur dan menyembunyikannya di saku celana, hingga pecah. Demi keinginan untuk memberikan telur rebus buat ‘sang ibu’, Bimo memasak telur yang ada di saku celana.

Film yang sarat nuansa religiusnya ini, semakin menarik dengan hadirnya lagu-lagu Bimbo seperti Rindu Kami PadaMu. Film yang berakhir bahagia ini, cocok banget buat tontonan di bulan Ramadhan ini.

ps : Karena ngak pernah tertarik bikin kue sendiri, Ibu lagi nungguin siapa yang berbaik hati mau kirim kue lebaran buat kami…he….he…. (geer banget yah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s