Bullying

Gemes banget dengan pemberitaan tentang geng-geng yang melibatkan anak-anak sekolah/remaja, terutama terhadap kekerasan yang dilakukan senior kepada junior.

Geng-gengan, senioritas, dari jaman kuda gigit besi sampai kuda makan sandwich sekarang ini, udah bukan barang baru lagi. Dan ada dibelahan dunia manapun. Mau negara berkembang atau negara maju, ngak luput dari masalah kekerasan atau bullying ini.

Apa sih yang dimaksud dengan kekerasan atau bullying ini ? dari http://www.Pekabullying.org, definisi bullying adalah penggunaan agresi dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental. Bullying dapat berupa tindakan fisik, verbal, emosional dan juga seksual.

misalnya :
– menyisihkan seseorang dari pergaulan,

– menyebarkan gosip, mebuat julukan yang bersifat ejekan,

– mengerjai seseorang untuk mempermalukannya

– mengintimidasi atau mengancam korban

– melukai secara fisik

– melakukan pemalakan/pengompasan

Bullying tidaklah sama dengan occasional conflict atau pertengkaran biasa yang umum terjadi pada anak. Konflik pada anak adalah normal dan membuat anak belajar cara bernegosiasi dan bersepakat satu sama lain. Bullying merujuk pada tindakan yang bertujuan menyakiti dan dilakukan secara berulang. Sang korban biasanya anak yang lebih lemah dibandingkan sang pelaku.

Lalu bagaimana tindakan kita ? jangan menunggu sampai anak kita juga jadi korban, yuk mari sama-sama kita menghentikan segala tindakan kekerasan apapun. Selain kita berharap kepada pemerintah untuk lebih tegas lagi penanganan hukumnya, karena selama ini terkesan tindakan yang dilakukan hanya berujung damai antara pihak korban dan pelaku.

Selain itu, kepada siapapun dan kepada anak kita, harus ditegaskan resiko dari bullying itu. Seperti yang saya lalukan kepada Taruli dan Kayla. Saya tegasin, kalau ngak mau disakitin, ngak mau dipukul, dia ngak boleh main sama anak laki-laki. Anak perempuan temannya perempuan. Kecuali dia mau kena tendang atau kena pukul, silahkan aja main sama anak laki-laki, tapi ngak boleh nangis atau ngeluh kesakitan. Sudah resiko !!

notes:

images dari sini

22 thoughts on “Bullying

  1. Saya pikir hal semacam ini hanya terjadi dulu, waktu saya masih kecil
    ternyata sekarang ini marak kejadian dan kekerasan semacam ini
    sebenarnya kalau ditilik, semua ini dikarenakan budaya konsumtif anak-anak yang menonton TV, sedangkan kita tahu sendiri acara-acara TV sekarang ini bisa dibilang sangat parah..
    adegan tawuran antar pelajar pun lulus sensor dengan manisnya
    belum lagi sinetron2 ..
    hal tersebut sering ditiru oleh anak-anak, tanpa mereka sadari..
    sedikit saja kita lengah dalam memberikan bimbingan sa’at menonton TV, bisa kecolongan kita nanti..
    bener gitu gak ya mbak?

  2. Hi Mba Indah, apa kabar? hehe..🙂

    Hmm.. setuju, ga perlu banget deh bullying ini, tp emang susah hilangnya Mba, dari jaman saya sekolah biasanya gencet2an senior dan junior tuh, apalagi yang punya geng, biasanya lebih agresif, musuh yang satu jadi musuh semua, dan karna mereka rame2 jadi berani..

    selain menasihati anak sendiri, mnurut saya harus meminta pihak sekolah juga untuk lebih memperhatikan tingkah polah anak muridnya.😉

  3. IJIME merupakan masalah yang tidak akan habis. Untung di Jepang meskipun byk kasus, sekolah amat bertanggung jawab jika sampai ada kejadian ijime. Intinya komunikasi ortu aja sih, jangan sampai anak2 tidak mau bercerita pada ortunya.

    tulisan lama yg direpost ya mbak? Lagi sibukkah?
    Kami lagi sakit nih di sini

    EM

  4. Wah, memang sulit ya menghindari di-bully di sekolah. Saya belum punya anak sih, tapi siapa pun pasti tidak mau anaknya atau orang yang disayangi di-bully di sekolah. Bisa menimbulkan traumatis juga kan ya. Musti dibaca seluruh orangtua nih mba🙂

  5. Emang mengerikan yang namanya bullying ini. Efeknya tidak hanya sekadar 1-2 hari, tapi bisa bertahun-tahun. Semoga anak-anak kita terhindar dari masalah B ini yang kok gak selesai-selesai ya sampai sekarang?

    Eh, blog saya di-link ya, Mbak. Mbak Ind-Jul dah di-link di blog sayah. Saya numpang mejeng dan kereeen ^_^

  6. Hal itu juga yang selalu menjadi kekuatiran saya, sehingga mewanti2 suami agar lebih jeli memperhatikan keponakan di saat mengantar/jemput dia ke sekolah. Apalagi keponakan bertubuh mungil, biasanya jadi sasaran empuk tuh.

    Semoga aja ga akan pernah menimpa anak2 kita deh!

  7. Anakku dulu ngalami di kelas 1, mbak. Waktu lapor sekolah, yg ada kita disuruh maklum krn anak itu memang bermasalah alias gurunya jg takut *eh?

  8. miris loh kalo ada bullying senacam ini, kasian kalo ada di pihak yang kena bully mereka selain down mental, pesismis, marginal, rendah diri… gak semangat, fearness…😦
    bisa juga bullying seperti ini hasil adaptasi dari luar yang ditiru anak sekolah kita, saya liat game box Bully ala amrik yang benar-benar gak mendidik malah bikin anak pingin niru mbak Indah

  9. bullying ini masalah serius pada masa-masa pertumbuhan anak.. apalagi kehidupan sekarang yang makin bebas.. para orang tua harus makin siaga buat jaga anak-anaknya😀

  10. Ini memang perkara yang mengkhawatirkan …
    anak saya tiga lelaki semuanya …
    saya cemas bukan alang kepalang …

    so … yang saya lakukan adalah …
    napak tilas rute perjalanan anak-anak saya …
    ada potensi gerombolan anak yang nongkrong atau tidak … kalau ada … saya perhatikan satu persatu mukanya … anak sekolah mana …

    Dan Alhamdulillah berhubung anak-anak kami semua bersekolah di satu yayasan yang sama … Bullying relatif tidak ada …

    Tetapi ini tidak menyurutkan saya untuk selalu memperhatikan rute mereka pulang

    Salam saya In Jul

  11. Dari dulu sampai sekarang bulliying ini gak kelar2 ya Kak. Temanku tuh baru pindah ke Malang, anaknya baru seminggu masuk sekolah baru, sudah kena bully, sampai gak mau sekolah.
    Untung jaman aku dulu, aku gak pernah kena bully. Yaa kalau cuma diejek2 kulit hitam itu gpp lah hahahaa…. soalnya aku gak takut dan malah aku kejar aku pukul, jadi aku gak anggap banget itu bullying.
    Tapi betul ya kak, kalau gak mau dipukul ama anak laki2 ya jangan main sama mereka… untunggggggggg anakku cewek😀.

  12. Mbak Indah, aku juga bilang ke Keisya, kalau ada yang mengganggu lebih baik nggak usah deket-deket dengan orang itu, cari temen lain. Tapi ternyata ada lho temennya yang cewek (jadi sama Keisya kan sama-sama cewek tuh) yang “berkuasa”. Temen-temen yang lainnya takut ama dia, Mbak.

  13. emang paling serem kalo di sekolahan tuh masalah bullying ya….
    yah harus waspada dan banyak2 nanya2 ke anak2 kalo pulang sekolah, dia ngapain aja di sekolah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s