Ngak Perlu Upacara


Sabtu, 25 Nopember 2007, Mbak Lily dan saya terlibat pembicaraan pendek.

“Mbak Lily tau ngak, hari ini kan Hari Guru. Di sekolah ada upacara ngak ?” tanya saya sambil merapihkan pianika yang akan dibawanya ke sekolah. (Tiap sabtu, disekolah Lily ada ekstra kurikuler drumb band, senam, dan pencak silat. Ngak ada pelajaran formal)

“Ngak dikasih tahu kalau upacara. Hari Guru itu kita harus hormat sama guru ? Kan tiap hari udah hormat.”

“Yah ngak mesti upacara dan ngak saat ini aja menghormati guru. Tiap hari guru memang harus dihormati. Kan udah bimbing Mbak Lily di sekolah. Guru itu pengganti orang tua kalau di sekolah.”

Saya pikir percakapan itu akan berakhir begitu saja. Ternyata sepulang dari ekstra kurikuler, Lily meneruskan topik guru itu.

“Na, aku udah tanya sama Bu Guru. Bu Guru aja lupa kalau hari ini Hari Guru,” kata Mbak Lily.

“Gurunya udah bosen kali sama upacara,” saya menjawab asal-asalan.

“Ngak Na,” balas Lily. “Kata Bu Guru ngak perlu upacara. Yang penting murid-muridnya pinter dan ngak suka bolos kayak Wikrema.”

Terlepas dari jujur atau tidak jawaban Bu Guru Lily, saya merasa salut bahwa di jaman sekarang ini, dimana banyak pendapat mengenai guru-guru sekarang, masih ada yang mengatakan tidak perlu penghargaan atas kerja kerasnya. Dan untuk itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk Bapak/Ibu Guru, terutama yang masih menjunjung tinggi semangat diGugu dan ditiRu.

: gambar diambil disini

One thought on “Ngak Perlu Upacara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s