Beli BBM Pakai Surat dari Kelurahan

Photobucket Ini bener-bener edan. Orang udah susah dibikin semakin susah. Gimana ngak, gara-gara rencana pemerintah menghapuskan BBM bersubsidi seperti minyak tanah, solar dan premium, di Sukoharjo, Jawa Tengah, orang yang mau beli solar dan bensin pakai jerigen, kudu nunjukkin surat rekomendasi dari kantor kelurahan tempat dia tinggal. Udah nunjukkin surat aja, bensin yang didapat cuma 20 liter. Huh..menyebalkan.

Jujur nih, meski gw berusaha paham kalau harga minyak naik karena melambungnya harga minyak dunia, tapi gw merasa miris dan kasihan sama kaum kita yang hidupnya sudah susah, akan semakin susah, karena harga-harga yang lainnya juga pasti akan naik.

Bukankah hal biasa di Indonesia, apa-apa yang naik maka yang lainnya juga ikutan naik ? Kecuali naik jabatan, jarang ada tuh yang ngajak-ngajak naik jabatan juga :p

Dan semakin miris ketika kesusahan itu dimanfaatin orang-orang “pinter” yang seakan-akan peduli sama nasib mereka, sok yang paling tau penderitaan rakyat kecil. Ngomong sana, ngomong sini. Berbuat dong, berbuat. Bikin aksi apa kek, jangan mahasiswa aja yang bikin aksi. Sekali-sekali, kita-kita orang yang merasa “pinter” itu, bikin bakti sosial BBM. Atau jangan-jangan, kita-kita orang yang “pinter” ini, sibuk ngomong sana sini karena sebenarnya kita oranglah yang paling merasa rugi dengan subsidi BBM ini.

17 thoughts on “Beli BBM Pakai Surat dari Kelurahan

  1. efek domino tu… harga bahan bakar naek–> harga bahan baku laennya jadi ikutan naek –> (mudah2an) gaji ikut naek..
    sama aja kan jadinya.. gaji naek gak ngaruh..
    huuuh udah susah, makin susah deh..

  2. Fitra : Nana kan suka sama yang naik2😀

    Suci : jangan pake kayu bakar dong, itu berarti kita mundur😀

  3. napa sih semua semua dilarang ke bumil?
    eh, itu soal naik…dirumah juga ada yg suka naik tuh…*hayo, mau ngelarang apa lg kebumil?*gggrrrrrrrr

  4. Unai : yang miskin semakin miskin dan merana, yang kaya, tenang aja😦

    tehaha : nah itulah persoalannya, kita ngak tau apa ini akal-akalan atau tidak, sudah banyak yang semu disini😀

    Ragil : lah itu komen bingung pemerintah😀

    wku : setujuuuuuuuuu.

  5. ya begitulah kondisi negeri kita, gak jarang banyak pengecer yang nakal juga kok, suka nimbun.. udah gitu bensin yang dijual gak murni malah bikin kendaraan ngadat… serba salah kan?

  6. kabarihari : Iya sih, cuma kasihan juga yang pengecer, karena mereka kan bergantung hidup dari jualan eceran😦

    Zee : yup setuju.

    Bapak’e Nok’e : lama-lama dirimu gw tabok yah :p udah pesen kue belum sama Titin ?

    Dahlia : nonton TV apa chatting :p

    Nana : jadi ibu hamil jangan terlalu banyak pikiran🙂

    Endang : nah itu yang perlu dipahami sama mahasiswa, jangan asyik demo aja, belajar juga penting.

  7. sebetulnya mungkin itu sebentuk antisipasi aparat yang berwenang mbak, biar yang pada punya duit ngga berspekulasi memborong bensin sebelum harganya naik. Apalagi yang mbeli pake jerigen kan?

    Menurut saya justru itu bagus mbak, menghindari upaya mencari keuntungan dengan menimbun bensin

  8. ah, aku udh gak terlibat dengan BBM lg sejak di jkt. Yang kutau, napa minyak goreng makin naik, tadi beli bawang cuma dapat seuprit, biaya dokter mahal…haddduuhhh……
    jadi inget lagu galang rambu anarkinya iwan fals…hikksss…..*ngelus2 perut*

  9. waduh……reseh bener pake surat?
    ah, saya gak simpati ama aksi mahasiswa……selalu ngerusak, bahkan di DO aja kok ya demo dgn ngerusak kampus dan ngancam dosen2. Lha dia gak pernah belajar, di DO kok marah…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s