Anakku Bukan Anakmu

Biasanya seperti itu dikatakan orang tua, jika :
– Ada yang masalahin pola asuhnya.
– Ada yang kesel ngeliat sikap kasarnya kepada si anak.
– Ada yang protes ketidak mampuannya merawat, mengasuh, dan membimbing si anak.

Saya, sebagai orang tua, tentunya merasa kesal jika ada terjadi seperti yang diatas. Karena saya sebagai orang tua merasa yang paling berhak atas jiwa dan raga anak-anaknya.

Tapi pernahkah terpikir kita orang tua sudah mewujudkan hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang seperti apa yang mereka inginkan.


Saya sebagai orang tua, sampai saat ini masih menginginkan anak-anak menjadi anak tumbuh berkembang menjadi anak-anak yang mandiri, yang tentu saja seperti yang saya sebagai orang tua inginkan. Ironis kan ?

Karena itulah, saya sebagai orang tua akan terus belajar karena seperti kutipan dari puisi Khalil Gibran : ANAKMU bukan anakmu ! dituliskan :

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena

jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi

bahkan dalam mimpi sekalipun.

19 thoughts on “Anakku Bukan Anakmu

  1. Kenapa bisa begitu KK??? Kenapa??? Kenapa Anakku bukan Anakmu??? Wkwkwkwkwk😀

    Anak emang titipan Tuhan yang harus dibimbing dan diberikan perhatian yang layak sampai dengan dia bisa memperhatikan dirinya sendiri dan orang lain😀

  2. Mbak, mamam aku bilang gitu kalo ada yang komen knp aku makannya gembul amat?

    ======
    Injul to Pritha
    eh ada penganten baru🙂 ntar jangan gembul2 yah, berabe loh😀

  3. booo gw tetep pengen punya anak walopun ga boleh memilikinya….gapapa dehhh….eh kak, kata dahlia elo bisa punya anak gara2 minum aer zam2 ya? gw udah minum 2 jerigen kok ya ga hamil2 yaaa?

    =====
    Injul to Fitra

    Bo’, selain minum air zam2, kudu ada lakinya juga :)), plus berdoa menurut agama dan kepercayaan masing2 :))

  4. hohoho.. masukan bagi gue juga nih yg insya Allah akan menjadi Ayah juga hehehe😛

    =====
    Injul to Ippen

    senengnya kalau bisa jadi masukan🙂

  5. terutama utk ibu…….karena dia yg mengandung, melahirkan, menyusui, merawat…….susah sekali utk bisa betul2 seperti kata Kahlil Gibran itu…..

    ======
    Injul to Endangpurwani

    setuju mbak🙂

  6. kahlil gibran emg ga ada lawannya, dalem banged..

    tp gw setuju kak ind. ini bs si vaya rajin gw omelin krn sok merasa berhak atas anak gw. lah lu kira anak bersama? untung dia masih bertahan even kena repet trs😀

  7. ya mbak… kadang kita ingin anak kita menjadi apa yang kita mau, bukan apa yang dia mau😦

    semoga kita tetep bisa mendidik anak menjadi anak yg baik tanpa harus menjadi otoriter ya🙂

  8. wah, ini tulisan yang bagus terkait Hari Anak Nasional..

    apalagi yang nulis seorang “orang tua” yang punya anak, klop dah .. gak cuma pendapat lepas atau teori tanpa pengalaman.

    salam kenal ya, dari sesama anggota BloggerSUMUT (oh ya, bannernya ada juga yang beranimasi lho).

  9. guud guud…manggut-manggut
    gue bukan role model yang baik siy, jadi ngga pernah pengen anak gue mirip gue😀

    ==========
    Injul to Kiky
    kekekekekekkkkkkkkkkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s