To All My Friends I Loved

Selain tradisi nyetok-nyetok makanan seperti kata si eneng geulis, menjelang bulan Ramadhan ini, saya rajin berkirim sms dan menyambangi blog-blog teman, baik yang rajin saya kunjungi, sesekali saya kunjungi, satu dua kali saya kunjungi, atau baru pertama kali saya kunjungi, untuk mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan meminta maaf jika ada salah-salah ketikan dalam tulisan yang saya tinggalkan di blog teman-teman, atau salah kata dan tindakan selama pertemanan yang indah.

Entah siapa yang memulai, tradisi saling maaf memaafkan menjelang bulan puasa ini sudah saya ikuti sejak saya duduk di bangku sekolah dasar. Dan saya ingat jelas, sewaktu sekolah, kala sekolah sempat libur di bulan Ramadhan, sambil menerima raport, Bapak/Ibu Guru mengucapkan selamat berpuasa dan saling bermaaf-maaf-an. Dan bermaaf-maaf-an kembali terjadi pada hari Kemenangan itu, Idul Fitri.

Tapi, apakah maaf itu keluar dari hati yang tulus ? Apakah maaf itu hanya kita ucapkan sekali dalam setahun ? Dan apakah kita, ikhlas mengucapkan atau memberikan maaf ? Hanya Tuhan dan diri kita seorang yang tahu.

Jujurly, memaafkan orang lain, apalagi jika orang itu telah mengecewakan hati kita, merupakan suatu hal yang sulit. Rasanya seperti ada batu besar yang diletakkan diatas kepala kita, yang sulit kita angkat saat kita akan memberikan maaf itu. Kata maaf, rasanya seperti barang langka, untuk kita ucapkan setiap hari.

Padahal, dalam setiap hitungan waktu dan hari yang kita jalani, kerap kita saling bersinggungan, berbeda pendapat, saling mengejek, saling nyacat dan nyampah (lirik-lirik ke milis error), dan saling gontok-gontokan.

Kita sudah sering diingatkan bahkan belajar sejak dari kecil, bahwa Tuhan memerintahkan kita untuk saling mengasihi, mengampuni dan memaafkan sesama.  Tak perlu menunggu waktu puasa dan lebaran, untuk saling memberi maaf. Ramadhan dan Idul Fitri, adalah bonus waktu yang diberikan Allah SWT, untuk membersihkan jiwa kita dengan saling memaafkan.

Namun, seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, atau tak ada gading yang tak retak, sebelum mencoba untuk rajin-rajin memberi maaf, pergunakanlah waktu yang indah ini untuk saling memaafkan.

Karena itu, dari lubuk hati yang paling dalam, untuk semua teman saya, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Teman gaul, teman chatting, teman ngeblog, teman twitter, teman ngeplurk, dan sebagainya, ijinkan saya :

Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga, Ramadhan ini terasa menyejukkan dengan maaf tulus yang kalian berikan. 

27 thoughts on “To All My Friends I Loved

  1. Indaaaahhh maaf yah terlambat bgt nihhh, anak sakit jd blog ditinggalin dl

    aku jg mohon maaf yah atas segala khilaf yg terlewat…semoga kita diberi kemudahan dlm beribadah di bln ramadhan

  2. mohon maaf kalau baru kenal dan baru mampir🙂. dengan kenaikan harga2, hari ini bini bilang tukang ayam mau demo lantaran harga ayam naik terus😦, keknya sebulan puasa bakalan kurang… bagaimana pun selamat menjalankan puasa, smoga tambah sabar dan lebih toleran, salam.

  3. Vidya :
    Terima kasih atas koreksinya Vid🙂
    semoga Ramadhan kita lalui dengan hikmat.

    Linda :
    Sama-sama say, jadi kan besok🙂

    Achoey :
    Amiin.

    de :
    Yuk, mari kita saling berpelukan🙂

    Lita :
    Sama-sama yah mbak, apa kabarnya nih🙂

    Ime’ :
    Makasih yah say.

    Rhainy :
    Sama-sama mbak🙂

    tyas :
    Terima kasih atas kunjungannya mbak Tyas.

    Sikiky :
    Sama-sama Ky.

    Lili :
    Sok direncanaken saja Mi, dirumah ummi juga boleh🙂

    Hanggadamai :
    Pasti🙂

    Dini :
    Amiiin

    za :
    sama-sama juga.

    dhie :
    Terima kasih yah Kang.

    Eucalyptus :
    Insya Allah tulus, mbak Evy🙂
    Amiiin

  4. Moga2 permintaan maaf yang keluar adalah tulus…
    Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga kita dapat mencapai kemenangan di bulan yg penuh maghfirah ini. Mohon maaf lahir bathin

  5. Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,
    Marhaban ya Ramadhan…..

    Meraih kasih menata cinta,
    beralaskan ikhlas bernaung iman,
    semasa hayat bersimbah khilaf,
    berharap diri di basuh maaf.

    Mohon ma’af lahir dan bathin untuk segala kesalahan dan kekhilafan yang Dhie lakukan, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja

    Semoga dengan puasa mempertemukan kita dengan Keagungan Lailatul Qadar dan kita semua menjadi pilihan-Nya untuk dikabulkan do’a – do’a dan kembali menjadi fitrah.

    Amiiieeeeen……

  6. selamat bersiap2 menjalankan ibadah puasa yaaa..
    semoga di bulan puasa nanti kita diberikan kekuatan dan kelancaran dlm melaksanakannya..
    maaf lahir batin yaa…

  7. Tradisi memaafkan sebelum Ramadhan dimulai jaman Rasulullah mbak🙂
    Para sahabat minta maaf lahir-batin itu menjelang Ramadhan, sebelum berpuasa, bukan pada saat idul fitri.
    Selamat menunaikan ibadah Ramadhan ya mbak, mohon maaf lahir dan batin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s