Pilihan Hidup

Nyeritain perempuan/ibu yang bekerja diluar rumahnya aka di kantor (Working Mom’s) emang ngak ada habis-habisnya. Pro dan kontra tentang Ibu Bekerja selalu ada sepanjang masa. Malah kadang yang bikin miris, pakai membawa-bawa agama segala.

Gw pribadi, yang kebetulan ibu bekerja yang meninggalkan 2 putri cantiknya (ya iyalah, kan gw emaknya :D) dirumah dibawah perlindungan si mbak pengasuh, suka ngak sreg dengan pro kontra itu.

Ah, tapi gw ngak mau bahas itu, udah banyak orang yang ngomong dan para ahli yang memberikan pendapatnya. Gw cuma mau cerita tentang gw dan teman-teman yang memilih bekerja diluar rumah.

Sebenarnya sih ini berawal dari milis sampah itu, yang awalnya membahas tentang undangan, eh seperti biasa selalu terkait pada topik yang ngak jelas, salah satunya kenapa suami membiarkan istrinya bekerja diluar rumah.

Seorang teman gw bilang suatu hari suaminya ditanya temannya, kenapa membiarkan istrinya (teman gw) kerja diluar rumah. “Emang gaji lo ngak cukup buat hidup ?”

Suami teman gw bilang, supaya istrinya punya duit sendiri buat beli lipstik ama bra. “Jadi PRT juga bisa dong, kan 500 ribu cukup buat beli lipstik ama bra.”

Dengan cerdasnya, suami teman gw itu bilang, ” Loe ngak tau kan di tali beha istri gw bergelantungan berlian.”

Mas Iwan, suami gw sendiri, saat ditanya kenapa membiarkan gw bekerja, karena dengan pekerjaannya dia bisa memberikan kehidupan yang layak buat dua putri jelita kami dan istrinya yang segede gaban ini.

“Mending si Indah kerja, dari pada dirumah, cerewet ngak juntrungan. Kalau saya pulang telat, diteleponin karena dia khawatir saya kecebur di got. Lagian saya ngak mau modalin buat hobby belanja buku, sepatu, tas dan bajunya.”

Nah itu dia beberapa alasannya dan masih banyak alasan, yang mungkin diantaranya adalah membantu suami dalam menghidupi keluarga. Lagian, di jaman sekarang ini, kalau masalah makan anak, kasih tahu tempe aja masih enaklah.

Masalah sekolah ? Emang ada yang mau ngebantuin buat melonggarkan biaya sekolah yang udah semakin mahal ini. Ih…emangnya loe siapa, dibantu-bantu. Keluarga bukan, saudara ngak, teman juga kepaksa😀

Tapi nih, meski bekerja, gw dan teman-teman punya limit kok sampai seberapa lama akan bekerja. Gw sendiri sudah membatasi akan bekerja sampai umur 40 tahun. Setelah itu Insya Allah kalau Tuhan merestui gw dirumah aja, tapi tetep kerja misalnya buka warung atau menulis siapa tahu bisa jadi penulis terkenal😀

Kenapa 40 tahun ? Siapa tahu pada masa menjelang pensiun itu, gaji gw bisa seperti si banker seksi ini yang bergaji 21 juta, atau gw udah punya duit berkarung-karung seperti kungfu panda yang punya kamera 45 juta. Atau juga mencontoh keinginan De punya tali beha bergantungan berlian.

Yup, kerja atau tidak semuanya tergantung kepada orangnya. Setiap orang punya pilihan hidup masing-masing, yang orang lain ngak berhak untuk menghakimi atau setuju dengan pilihannya itu.

38 thoughts on “Pilihan Hidup

  1. Menulis kan pekerjaan juga.
    Jadi setelah 40 berhenti kerja lalu jadi penulis ya namanya masih kerja juga…Hanya saja lebih fleksibel membagi waktu….

    Btw, kalau ada naskah boleh dikirim ke penerbitku ya, Kak…

  2. tapi lebih nekat De kayaknya mbaaakk… itu sampe ngomongin baret2 dan lebat2😛

    De, di CDnya yang ngadep ke luar dong, sekalian buat proteksyen😛

  3. Epho :
    Iya Vy. Beli sama De, tuh, banyak

    Ragilduta :
    Loe ngak ikut komen, tapi bikin postingan :p

    Dini :
    Tambahin lagi SP4

    NH18 :
    hehehehe, Ibu NH
    Setuju Pak, perempuan juga harus mengaktualisasikan dirinya.

    Achoey Sang Khilaf
    Akur deh

    Okta Sihotang :
    Hari Jumat depan yah ?

    Gajah Pesing :
    Diundur sama November 2008 kan.

    De :
    Ih siapa *mengelak*

    Merahitam :
    Setuju sama Dian. Gw juga pengen kerja terus, tapi ngak tahan dengan usia

    Och4mil4n :
    Setuju juga sama Och4. Ibu RT dan ibu kerja di kantor, sama beratnya.

    Meity :
    Halah :p

    Yanti Wyant :
    Terima kasih Teh Yanti.

    Inung Gunarba :
    Ih kata siapa, terkenal di KGB iya

    Retma :
    Iya nih, hajar yuk

    Sawali Tuhusetya :
    Hehehehe, iya Pak Sawali. Katanya life begin fourty yah
    Pengennya sih kerja sampai pensiun Pak, tapi kasihan badan saya ntar kurus

    Tyas :
    Benar Mbak Tyas, sesuatu yang harus dilakukan karena keinginan kita yah.

    Ichaawe :
    Biar 21 juta, tapi boros sama aja
    Kamu mah udah enak disana, jadi ngak perlu kerja, beda sama di Indo

    Retma :
    Secerewet burung kakaktua

    aRUL :
    Terima kasih yah.

    Rafki RS :
    Hehehehe, itu untuk suami saya lho. Entah suami orang lain

    Sondha :
    Kamu bisa aja say.
    Tapi walau bekerja, perempuan juga harus tahu sampai dimana ia harus menggapai kariernya. Itu menurut aku lho.

    Akokow :
    Alhamdulillah sudah ikutan.

    Wempi :
    Yup, semuanya adalah pilihan yang tentunya juga ada konsekuensinya.

    Esha :
    Akur…*tos dulu ah sama Esha*

  4. Istri bekerja adalah sebuah pilihan…..dan dengan membiasakan bekerja maka melatih juga kemandirian istri…banyak istri karena tidak bekerja begitu tidak berdaya dan mempunyai ketergantungan tinggi terhadap suami…..

  5. asal se izin suami. its oke lah.
    ada juga wanita yang kerja sehingga suami dan anak2 jadi nomer 2.

    ada juga suami yang menolak istrinya bekerja apapun alasannya.

    hidup dan pilihan memang berbunga, hehehe

  6. Kerja… Selain menghasilkan duit, kan juga memberikan kesempatan buat meningkatkan kemampuan kita.. Mengembangkan diri dan kepribadian kita, yang rasanya sulit berkembang kalo kita muter2nya cuma di rumah, sekolah anak dan pasar.. Lagi pula kerja itu kan ibadah… So, kalau memang ada kesempatan buat kerja di luar rumah kenapa enggak, asal kita bisa tau mana yang jadi prioritas…

    Emang siyy idealnya kalo jadi emak2, kerjaan juga di rumah.. Tapi pada zaman kita kecil dulu, mana lah hal itu jadi pertimbangan kita… Yang ada di otak kita kan cuma kalimat “Gapailah cita-citamu setinggi bintang di langit…”

  7. kayanya walaupun nanti aku udah umur 40 taun, masih blom mau pensiun deh..
    masih pengen ngerasain enaknya kerja..
    tapi mungkin kerjanya beda ya.. bukan sesuatu yang ‘harus’ dilakukan, tapi ‘sebaiknya’ dilakukan..
    pengennya sih gitu.. Insya Allah..

  8. kerja di luar rumah bagi seorang perempuan malah bagus kok, mbak juli. ini juga merupakan salah satu wujud kesetaraan gender, hehehe … walah, kenapa juga setelah usia 40 tahun mau berhenti bekerja di luar rumah, mbak. usia 40 juga usia matang2nya untuk membangun sosialisasi di sektor publik loh *walah, kok jadi sok tahu saya, haks*

  9. …atau menulis siapa tahu bisa jadi penulis terkenal

    Lha sekarang mb Injul dah terkenal atuh, palagi kalo dah retired ha3

    Betewe iya nih sekarang di tanjung duren barat, januari taun depan kantor boyongan ke Kedoya.

  10. bener mbak. saya jg menghormati peran ibu RT dan ibu2 pekerja. Gak mudah lho dua2nya.iya kan mbak.
    lagian jaman sekarang sekolah mahal, apa2 mahal, mending istri juga kerja deh.

  11. Ahahahahahaha…duh, malah ngakak. Cuek aja lah mbak. Selama tidak merugikan orang lain, tidak meminta-minta juga dari orang lain, kenapa dibikin pusing. Gue aja mbak, mau terus kerja, biar jadi orang kaya yang baik hati. Bakrie aja bisa kaya, masa gue nggak. *halah*

  12. Hehehe ..
    saya tersenyum membaca kalimat-kalima Ina In-jul …
    you know lah kalimat yang mana … (yang ada berlian-berliannya ituh)

    But …
    One thing for sure … siapapun itu … alangkah bijaknya kalau diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya … (dan salah satunya adalah melalui berkarya …
    (bah … serius sangat …)

  13. Dini :
    Ih kok hadiahnya kardus sih. Macbook dong :p

    Linda :
    sini…sini, mari dekat-dekat diriku.

    mikow :
    *jitak mikow sampai pingsan*

    monsterikan :
    ngak usah dibayangin, ribet nanti.

    Fitra :
    Fit, menolak difitnah itu lebih kejam daripada ngak difitnah loh.

    Za :
    Mobil Cina ? udah ada tuh, beli di prumpung sama Dahlia :))

  14. haiyaahhh gw difitnah lagi disini….kamera gw bukan 45jt Ina…tapi 145juta…jangan di korup donnkkk…*tapi tetep aja ga mampu beli Mcbook, baju di Shafira, Tas LV…ga mampuuuu dehhhh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s