Miskin Bukan Keinginanku


Sudah banyak cerita, pendapat, komentar baik dari orang biasa, dari para ahli, pejabat, atau tokoh-tokoh agama dan sosial tentang kemiskinan. Saking banyaknya, sampai eneg dengarinnya, baca atau nulisnya.

 Saya cuma mau cerita aja tentang Asep Roni (13 tahun), yang terpaksa bekerja dan tidak bisa melanjutkan sekolah karena terlilit kemiskinan.

Asep hanyalah satu dari jutaan anak Indonesia yang hidup dalam kemiskinan. Setamat SD dua bulan yang lalu, Asep ikut tetangganya di Padalarang, untuk kerja di Jakarta sebagai tukang jual cobek atau ulekan. Dari uang hasil menjual cobek itu, setelah dipotong iuran membayar uang kontrakan rumah di Pondok Aren, Bintaro, ia menyisihkan 5000 rupiah untuk ditabung. Dari uang tabungan itu, Asep Roni berharap ia bisa melanjutkan sekolah ke SMP dan meraih cita-citanya sebagai polisi.

SPhotobucketekolah dan bermain, keinginan terbesar yang dipendam Asep, yang tak pernah tahu kenapa ia menjadi orang miskin. Diusianya yang masih muda, Asep harus merasakan kerasnya kehidupan dan susahnya bekerja. Tapi, seperti yang dikatakan Asep, ia ikhlas menjalaninya, karena ia masih diberikan kesehatan dan pekerjaan yang halal, dibandingkan anak-anak lain yang lebih susah darinya.

Asep Roni tahu banyak orang yang iba padanya. Tapi ia tak ingin dikasihani. Kalaupun ada orang yang ingin membantunya, ia lebih mau orang tersebut memberikannya pekerjaan yang lebih baik dari sekarang, sehingga ia dapat uang untuk meneruskan sekolahnya.

Sebuah keinginan yang patut dihargai dan tidak salah kalau kita membantunya. Buat kamu-kamu, yang tinggal di Bintaro dan sekitarnya, jika menemukan seorang anak remaja menjual ulekan, itu adalah Asep Roni, yang berkeliling menjajakan dagangannya.

17 thoughts on “Miskin Bukan Keinginanku

  1. Terus maju Sep,
    Nanti kalau udah sukses bisa buat buku hebat seperti Laskar Pelangi.
    Halah….dasar kerja di penerbit buku…

  2. Masalah sosial di tanah air memang kompleks, masalah kemiskinan yabg bersinggungan dengan masalah pengangguran, hak anak, pendidikan, hak anak, eksploitasi anak…

    Pening memikirkan jalan keluarnya, tapi mungkin bisa dimulai dg membantu Roni.

  3. elo bilang gak yakin temen kalo gak ada di blogroll. Lah nama gw aja gak ada di blogroll elo😛

    berarti gw bukan temen elo dong kak hihihihihi

    Tuh kan maish banyak orang yg membutuhkan uluran tangan. Yuk KGB bergerak lagi

  4. Ya! Pantang menyerah! Jadi inget cerita salah seorang PAKET CALON BUPATI ENDE (tapi kemarin kalah suara); beliau pernah jadi tukang cuci mobil dllnyah, ortu udah meninggal dari kecil, tinggal sama orang dllnya… tapi gigih dan terus menabung untuk biaya sekolah! Sekarang sukses deh…😛 hehehe… Semoga Asep juga bisa meraih cita2nya. Jangan dilihat 5000 perak-nya, tapi perjuangannya. Adakah orang2 besar yang mau memerhatikan nasib dan mimpi mereka?😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s