Perempuan dan Stress Tinggi – sebuah kesimpulan iseng

Terpicu dari berita ngak terpilihnya Ibu Nila Djuwita Moeloek jadi Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, dengan alasan gagal uji kesehatan karena tidak tahan menghadapi stress tinggi (eh emang ada yah stress tinggi ?), iseng-iseng gw browsinglah dan menemukan ini :

JAKARTA, KOMPAS.com – Wanita karier di Indonesia mempunyai masalah yang kompleks. Selain harus menjalankan kariernya, para wanita juga harus memikirkan suami, masalah keluarga, kesehatan, dan dibebani masalah kesuburan. Ini menyebabkan para wanita karier cenderung lebih mudah terkena stres tinggi.

Lengkapnya klik dimari yah.

Kalau ngak berkarier, apa ngak stress juga ? Secara perempuan yang memilih kerja di rumah, lebih berat loh, bayangin aja 24 jam kerja tanpa henti..hehehehe (bersihin rumah, ngurusin anak dan suami, masak, dll) rasanya punya tangan  2 aja ngak cukup🙂

Hihihihi, perempuan…perempuan, tak indah dunia tanpamu (halah)

Mari kita nikmati dunia dengan santai..hehehehe

13 thoughts on “Perempuan dan Stress Tinggi – sebuah kesimpulan iseng

  1. ada apa dengan PEREMPUAN? kok judul posting lo itu muluw

    Dah gak betah jadi perempuan?

    gw lagi menikmati hasil oprasi transgender nih

    hahahha

  2. Hadoooh…makin stres deh bu Nila krn gak terpilih jadi menteri!

    Mau jadi wanita karir, mau jadi ibu RT, semua ada stres nya ya. Karena hidup gak selurus dan sesederhana kayak bacaan anak TK (yang sekarang mangkin njelimet juga menurut sayah).

    Waa…ngomong apa sih sayah? hehe…

    Pakabar Bu??

  3. menikmati dunia dengan santay? hehehe, aku santay kok…cuma kadang ada waktunya berlari, kenapa? pengen aja😉

    Gimana kabarnya si kecil? udah bisa ngeblog belum? hihihihi

  4. Duh…, saya bersimpati sekali atas gagalnya Ibu Nila ini menjadi Menkes KIB II. Bukan karena saya tahu kompetensi beliau, tapi simply karena rasanya pasti gak enak banget mengalami semua hal itu…

    Eniwei, beliau stress gak ya gara-gara hal ini?

    Nice post🙂

  5. Menurut sebuah riset, perempuan justru lebih tahan terhadap stress loh Mas.. Didasarkan pada lebih banyaknya beban yang mereka harus hadapi semasa hidupnya.
    Entah itu valid atau nda hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s