Merenda Masa Depan

Kemarin, gue blogwalking ke rumah maya sobat gue, De (Mama Rafa dan Fayra). Di blognya, De bercerita tentang kepindahan mereka ke rumah barunya, ada juga tentang aktivitas berenang sulung mereka, Mas Rafa.

Dari postingan tentang rencana pindah rumah, gue nyimpulin bahwa mereka udah merencanakan segala sesuatunya dari jauh hari.

Bagaimana rumah mereka yang lama, direncanakan untuk ditempati selama lima tahun, bagaimana mereka merencanakan liburan keluarga, dan pendidikan anaknya.

Salut buat orang-orang yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk merenda masa depan.

Karena menurut konsultan perencana keuangan di salah satu radio (duh lupa namanya perempuan perencana keuangan itu, terkenal deh), kita harus merencanakan dengan seksama keuangan kita (Ah, pasti udah taulah, cuma susah praktekinnya ya).

Menurut dia, kalau misalnya kita ingin berlibur satu keluarga, kalau bisa ya pakai uang yang memang dipersiapkan untuk berlibur, bukan mengambil dari tabungan reguler, sehingga saat pulang liburan malah tongpes. Ibaratnya, kita harus punya tabung A untuk pendidikan anak, tabungan B untuk liburan, tabungan C untuk naik haji….hihihi, Amiin…amiin.

Banyak juga ya, secara satu tabungan aja, perasaan untuk pengeluaran sehari-hari aja udah mepet :D

Gue sendiri gimana ? Hehehehehe, gue dan suami baru tahap merenda pendidikan anak-anak. Gue dan Mas Iwan sudah merencanakan bahwa anak-anak akan melanjutkan pendidikan menengahnya di Yogyakarta, kota asal Mas Iwan. Kalau bisa sih SMU di SMU 1, dan kuliah di UGM, Amiiin….amiiin. *berkhayal*

Tabungan untuk rencana yang lain sih belum ada, karena tabungan yang ada selalu jebol buat keinginan yang lain, misalnya nih mudik nanti saat liburan sekolah anak-anak :D

About these ads

11 thoughts on “Merenda Masa Depan

  1. harus donk…semuanya apapun yang kita kerjakan sekarang kan untuk masa depan yang lebih baik..tentunya harus dari sekarang2 memikirkannya….dan berusaha untuk menjadi yang terbaik

  2. salam kenal, mbak….
    thanks utk tips nya.
    memang bener, kalo dah mudik / liburan, pasti tongpes. tapi nggak pa pa yg penting hati senang….

  3. Untuk membuat disiplin, saya kadang terpaksa berhutang yang dicicil langsung dari gaji. Sekaligus beli asuransi jiwa, sehingga jika ada apa-apa hutang akan lunas, tak membebani yang ditinggalkan.

    Herannya jika berhutang kok bisa mencicil…berarti kelemahan sebagian dari kita adalah kurang kuatnya kemauan, atau tak bisa berkata tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s