Sahabat Pena

Saat mengirimkan surat Taruli untuk 2 temannya ke kantor pos, petugas penerima sambil tertawa berkata : anaknya masih surat-suratan, Bu ?

“Iya, Pak,” jawab saya sambil menempelkan perangko.

“Rajin ya, biasanya anak sekarang suka sms-an,” lanjut Pak Pos.

Mendengar itu, saya cuma mesem saja. Sebenarnya, Taruli juga termasuk kategori anak sekarang yang suka sms-an, facebook-an, dan twitter-an.

Kegiatan surat menyurat Lily juga tak disengaja. Awalnya dia melihat saya yang sering mendapat kartu lebaran dari teman-teman yang mempertahankan tradisi berkirim kartu ucapan. Dia pun meminta saya untuk membelikannya kartu lebaran untuk dikirimkan kepada anak-anak teman saya dan Amanya.

Dari beberapa orang yang dikirimnya, ternyata ada yang membalas. Apalagi salah seorang anak teman saya, yang bernama Trixie, mengirimkan kartu buatannya sendiri. Lily senang sekali tentu.

Saya pun bercerita tentang sahabat pena di masa kecil saya. Sahabat pena saya dapat dari Majalah Bobo dan dari teman yang punya sahabat di luar negeri.

Bagaimana senangnya hati saat mendapat balasan surat, mengumpulkan perangko terutama perangko luar negeri, membeli kertas surat aneka jenis dan ada yang kertasnya harum semerbak, rasa deg-degan saat menanti Pak Pos mengantarkan surat balasan.

Ah, kenangan yang tak terlupakan. Mungkin, tertarik mendengar cerita saya, Lily pun ingin punya sahabat pena. Teman pertama yang dikiriminya surat adalah anak teman kantor saya, kala itu. Mereka pun bersurat-suratan.

Sekarang, Lily punya jadwal rutin membalas surat dari teman-temannya. Belum banyak sih. Baru 3 orang.

Dan, sampai sekarang saya perhatiin dia senang sekali tiap mendapat surat dari teman-temannya. Kalau suratnya datang, langsung buru-buru dibalas. Kalau Pak Pos belum datang, dia pasti tanya terus kenapa pos belum sampai.

Bedanya dengan anak dulu, anak sekarang kalau mengirim atau menerima surat, pasti langsung sms : aku sudah terima suratmu ya, atau kok suratmu belum datang sih, hehehe teuteup, sms number one :d

—-
[indahjuli.multiply.com ~ penatinta.blogspot.com]

15 thoughts on “Sahabat Pena

  1. mw nny nih, klo kirim surat keluar negeri carany gmn ya? hehehe .. tlong bantuannya.
    kirim k email saya y

  2. Eh, mba Dini ikutan AFS juga? kok kita ngga ketemu ya? hahaha
    Aku juga punya sahabat pena ratusan orang. Yang masih langgeng sekarang cuma 1, orang Jerman. Tapi udah nggak surat2an tapi email-emailan. hehehe

    *jadi inget jaman dulu*

  3. iih ina, gue kan dulu pernah punya penpall orang pranciss loh … gara2 daftar AFS … doooh .. jd pengen surat2an lagi yah … hehehe

  4. sampai awal 2000-an, gue masih kirim kartu lebaran loh buat teman2x di luar kota :))
    abis nikah punya anak ya kok malesss…

    gue tau tuh trixie anak siapa :))

  5. Ah …
    Tulisan In-jul ini sungguh menggelitik …

    Membuat saya teringat pengalaman pribadi saya …

    jadi pengen nulis di Blog nih …

    Salam saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s