Belenggu

Berbagi.

Pada saat kita lahir, hati manusia berwarna putih. Namun, menjadi hitam karena manusia dibelenggu oleh sifat-sifat yang tak baik.

Sifat-sifat yang membelenggu itu, terjadi sesuai dengan perkembangan kita, manusia. Malas, marah, iri hati, pengeluh,  pembosan, dengki, buruk sangka, sombong, dan lain-lainnya. Yang tanpa sadar, sering kali kita lakukan.

Supaya hati kita tak berwarna hitam pekat, kita harus melepaskan belenggu itu.  Tidak mengulangi atau melakukan sifat-sifat itu, meminta ampun kepada Tuhan, meminta maaf kepada orang yang kita sakiti. Bisakah kita melakukannya ?

Insya Allah, semoga bisa!

Sharing ini saya dapat dari sulung kami, Taruli, yang kemarin mengikuti pelatihan ESQ Ary Ginandjar di Menara 165, Jakarta Selatan. Hari ini, hari kedua pelatihan.

Lily bilang, saat pelatihan mereka diminta merenung tentang apa-apa yang telah mereka perbuat. Salah satunya adalah kesalahan yang diperbuat. Di saat itu, Lily mengaku merasa sedih. Tak terkecuali, teman pelatihan yang lain.

Pantas saja, usai pelatihan, banyak anak yang langsung memeluk orangtuanya, menangis dan meminta maaf, termasuk Lily.

6 thoughts on “Belenggu

  1. bener juga ya,, semua sifat2 itu dapat membelenggu kehidupan kita..
    tapi kalau aku ikut acara begituan pasti gak bisa nangis, malahan bisa ketiduran, hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s