Nikmati Kehamilan dan Menyusui di Ramadhan Kareem

Bumil wajib puasa nggak sih?

Kalau ikut puasa, nanti berat bayinya kurang.

Apa nggak kekurangan gizi kalau bumil berpuasa, kan makannya cuma satu atau dua kali?

Benarkah kalau berpuasa, gizi yang dihasilkan ibu menyusui bisa berkurang?

Love Your Pregnancy 

Masa-masa kehamilan dan menyusui memang menjadi kenangan yang luar biasa dan tak akan terlupakan sepanjang hayat di kandung badan. Dan, menurut saya, tak lengkap rasanya jika seorang wanita tidak merasakan masa-masa hamil dan menyusui.

Kenangan akan kehamilan dan menyusui Taruli, Kayla, dan Tiominar, kembali menyeruak saat saya menghadiri acara Talkshow “Love Your Pregnancy” yang diadakan Sarihusada, Kamis, 12 Juli lalu di Jakarta. Apalagi saat hamil dulu, saya sempat mengalami masalah dengan susu kehamilan yang tidak cocok. Saya tidak tahan mencium bau zat besi yang ada di susu kehamilan.

Kebetulan pada 3 kehamilan, saya cocok mengkonsumsi susu Lactamil Mama rasa coklat. Selain rasanya yang saya suka, zat besinya tidak tercium, harganya pun relatif murah dibandingkan susu kehamilan lainnya.

Saat hamil anak kedua dan ketiga, saya menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, dan sukses menjalaninya sebulan penuh tanpa halangan berarti. Walau sejujurnya sempat juga sih was-was nanti bayinya kelaparan nggak ya :) bayiku nanti kekurangan gizi nggak?

Menurut dr Febriansyah Darus SpOG, yang menjadi narasumber talkshow yang dipandu MC dan model ternama, Nadya Mulya (yang juga salah seorang panel ahli Lactamil Mama Care/LMC), puasa saat hamil dan menyusui menjadi topik yang paling banyak ditanyakan pasiennya ketika bulan Ramadhan datang menjelang.

Padahal, kata dr Febriansyah, banyak manfaat yang didapat dari berpuasa, salah satunya adalah membantu pembakaran lemak yang tidak dibutuhkan tubuh!

“Ibu yang hamil dan menyusui memang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan wanita pada umumnya. Perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari sering membuat ibu hamil/menyusui khawatir untuk menjalankan ibadah puasa. Karena itu, ibu hamil dan menyusui dianjurkan mengkonsumsi makanan berbahan dasar susu dan protein hampir dua kali lipat lebih tinggi,” dr Febri menjelaskan.

Pada wanita hamil yang berpuasa terjadi perubahan keseimbangan kimia dalam darah. Namun perubahan ini tidak berbahaya bagi ibu dan bayinya. ” Ibu hamil memang mengalami perubahan hormon yang berbeda dengan yang tidak. Ini berefek pada perubahan mood, nafsu makan dan gejala-gejala seperti muntah,” dr Febri berujar dalam talkshow yang juga dihadiri para perempuan hamil ini.

Sedangkan bagi ibu yang menyusui, tidak diperlukan makanan atau diet khusus, namun untuk menjaga kesehatannya, ibu menyusui disarankan menambah diet 50-55% kalori dari karbohidrat, 12-15% dari protein, dan kurang lebih 30% dari lemak. Sedangkan yang harus dihindari adalah trans-asam lemak seperti crackers, snacks, kue panggang karena meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler bagi ibu.

Berdasarkan studi yang dilakukan sekelompok dokter anak di Asia Tengah pada tahun 2007, ditemukan fakta meskipun berpuasa 14 jam, ASI yang dihasilkan ibu menyusui tidak akan berubah karena saat berbuka puasa tubuh melakukan kompensasi cadangan zat-zat gizi yang diambil dari simpanan tubuh berupa lemak, energi, dan protein serta vitamin dan mineral. “Ibu menyusui harus tetap makan tiga kali sehari, saat sahur, berbuka puasa, dan sesudah tarawih!” dr Febriansyah menegaskan.

Lalu apa yang membatalkan puasa wanita hamil ? 

Wanita hamil yang bagaimana dilarang berpuasa?

Wanita hamil harus membatalkan puasanya kalau :

  • terjadi pendarahan
  • mengalami kontraksi lebih dari 4 kali dalam 1 jam
  • terjadi penurunan gerak janin
  • penglihatan memburam
  • lelah/tegang otot
  • lemas berlebih
  • dan, pusing hebat.

Sedangkan bagi wanita hamil yang menderita diabetes, penderita tekanan darah yang abnormal (hipertensi), penderita ginjal kronis, penderita dehidrasi, sebisa mungkin untuk tidak ikut melaksanakan ibadah puasa karena berpengaruh untuk kesehatannya.

Nah, supaya wanita hamil dan menyusui tetap fit selama menjalankan ibadah puasa, menurut Nadia Mulya, harus istirahat yang cukup, menjauhkan diri dari stress, dan yang paling penting sebaiknya melakukan olahraga ringan seperti mini cardio dan senam ringan sebelum waktunya berbuka puasa.

Ada manfaatnya? Banyak!

Untuk Ibu hamil, olahraga bermanfaat :

  • memompa darah ke seluruh tubuh
  • melatih pernafasan
  • mengatasi mual
  • tidur nyenyak

Sedangkan untuk ibu menyusui :

  • mempercepat proses penurunan berat badan
  • mempertahankan metabolisme
  • menjaga stamina.

So, puasa itu tidak menyeramkan buat wanita hamil dan menyusui kan?

Selain mengadakan talkshow, acara tersebut juga memperkenalkan Lactamil Mama Care (LMC), layanan baru yang memberikan dukungan holistik sepanjang masa kehamilan dan menyusui, yang bisa diakses melalui website, sosial media (@LactamilMama), mobile site dan careline. Ada juga live chat setiap minggu di hari Jumat bersama para panel ahli  LMC.

Untuk yang sedang hamil dan menyusui, silakan lho mampir ke http://www.lactamilmama.com/ bisa bikin milestone anak kita lho :)

Dan, follow @Nutrisi_Bangsa, banyak info menarik tentang nutrisi ibu hamil dan menyusui.

notes:

dokumentasi foto @LactamilMama

5 thoughts on “Nikmati Kehamilan dan Menyusui di Ramadhan Kareem

    • Kalau menurut dr Febriansyah, nggak masalah berpuasa karena hanya menggeser jam makan saja, kecuali morning sicknessnya parah ya. Muntah terus menerus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s