Welcome The Most Smartphone

iphone-indosat3

Di era digital ini, perkembangan teknologi tak bisa diprediksi. Kebutuhan orang untuk tetap online baik di rumah, kantor, tempat-tempat hang out atau bahkan dalam perjalanan, semakin tinggi. Beberapa tahun yang lampau, orang hanya online, terkoneksi dengan internet saat di kantor atau rumah yang menyediakan fasilitas jaringan internet. Kemudian, hadirnya telepon genggam atau handphone dengan fasilitas internet, membuat orang semakin addictic dengan berselancar di dunia maya.

Dulu, mempunyai handphone yang bisa bertelepon dan sms tanpa batas rasanya bahagia tak terkira karena jarak yang jauh bisa menjadi dekat. Ketergantungan orang kepada telepon genggam membuat para penyedia alat komunikasi canggih itu berlomba-lomba memberikan fasilitas yang lebih canggih lagi. Internet! Telepon dengan koneksi internet yang super canggih dan cepat, diluncurkan kepada masyarakat, yang langsung menyerbu dengan pembelian yang tinggi.

Continue reading

Membangkitkan Kembali Industri Musik Digital

image

Setahun setelah adanya Surat Edaran (SE) Nomor 177/BRTI/X/2011, industri content digital terus berusaha meningkatkan animo masyarakat terhadap layanan Value Added Service. Meskipun RBT dan iRing bukan bagian dari layanan Value Added Service, tapi dampak dari SE terasa bagi seluruh pelaku industri musik digital.

Untuk membangkitkan kembali animo masyarakat terhadap layanan RBT dan iRing, dua operator terkemuka di Indonesia, PT XL Axiata (XL) dan Indosat bekerjasama dengan 12 record labels meluncurkan program Pesta RBT (Ring Back Tone) dan iRing melalui single access UMB *919#.  Dengan kerjasama ini, diharapkan industri konten digital, terutama musik digital akan bisa segera recovery ke kondisi sebelum SE BRTI itu diterbitkan.

Menurut Direktur Marketing XL, Joy Wahyudi,dengan adanya satu kode akses, diharapkan pelanggan akan lebih mudah untuk menikmati RBT dan iRing. Sedangkan Erik Meijer, Director & Chief Marketing Officer Indosat mengatakan program Pesta RBT dan iRing ini untuk menumbuhkan kembali layanan ini dengan lebih berkualitas, aman dan mudah sehingga masyarakat dan pelanggan merasa lebih nyaman dan tidak ragu menggunakan layanan ini.

Continue reading

Mencari Kafe yang Super Wifi

Sebagai pekerja lepas yang bekerja di era digital ini, kebutuhan akan koneksi internet yang tak terbatas, sangat penting. Tidak hanya untuk mencari data atau sumber data bagi tulisan-tulisan saya, tetapi juga berhubungan dengan narasumber, editor, dan klien (pemberi kerja).

Sebagian besar pekerjaan saya memang dilakukan secara digital. Menerima pekerjaan lewat email. Mengirimkan pekerjaan lewat email, dan tak jarang komunikasi untuk pekerjaan juga dilakukan via email, yahoo messenger, googletalk, atau skype.

Bekerja secara digital memang mengasyikkan. Karena bisa dilakukan di rumah, tanpa perlu pergi ke kantor seperti pekerja tetap lainnya. Kadang-kadang, kalau bosan bekerja di rumah, saya pergi ke kafe, pusat-pusat hiburan atau taman kota. Kenapa pusat hiburan dan taman kota? Sambil kerja, tetap harus memantau anak-anak juga. Ibunya browsing-browsing, anaknya main-main :)

Salah satu tempat kerja di luar rumah yang menyenangkan buat saya adalah di satu kafe di pusat perbelanjaan di tempat tinggal saya. Di kafe yang tenang dan nyaman itu, saya bebas bekerja dengan menggunkan fasilitas wifi yang disediakan kafe, tentunya setelah kita membeli makanan dan minuman di kafe itu.

Koneksi yang ada di kafe itu memang super duper kencang. Kita bisa menyusuri dunia maya tanpa ada hambatan. Bahkan, di saat kafe tersebut ramai pengunjung, koneksi wifinya tidak lelet.

Penasaran apa yang membuat koneksi internet di kafe itu lancar jaya, saya pun bertanya kepada pemilik kafe tersebut. “Hm, pantas saja lancar,” ucap saya dalam hati ketika mendapat jawaban dari pemilik kafe.

Continue reading

Extra Beautiful Forty

Blogger Gathering Extra Beautiful

Seorang teman mengatakan kepada saya, kalau semua perempuan itu memiliki paras yang cantik. Tapi tidak semua perempuan itu, telaten merawat wajah dan tubuhnya, sehingga kecantikannya pun tak terlihat.

Saat itu, saya tertawa mendengar kata-katanya. Kebetulan, saya orang yang tidak begitu telaten merawat wajah dan muka. Kalau ingat dan ada waktu luang, dibersihkan, kalau tidak ya cukup mencuci wajah saja. Yang paling penting buat saya adalah tidak lupa mandi 2 kali sehari dan menggosok gigi :)

Namun, saat memasuki usia 40 tahun, saya mulai serius memperhatikan wajah dan badan yang beratnya semakin lebar di sana sini. Bukan apa-apa, bukan karena ingin mengingkari usia dan tetap dianggap muda, tetapi saya ingin lebih sehat dibandingkan sebelumnya.  Tua itu pasti! Sehat dan segar itu penting. Apalagi semakin bertambah usia, makin rentan kesehatan kita.

Continue reading

Tentangkami di Republika Newspaper

Di saat situs jejaring sosial dan microblog semakin populer, sejumlah perempuan tetap setia mengisi blognya. Tulisannya bukan sekedar diary. Itulah yang membuat blog mereka kerap dijadikan rujukan gaya berpakaian, tren kuliner serta cara pengasuhan. Dan, bagaimanakah cara blogger meraih keuntungan finansial? (Sumber: Republika, edisi Selasa, 6 November 2012)

—–

Siapa bilang blog hanya trend sesaat?

Siapa bilang blog sudah mati suri karena pemiliknya udah nggak sering nulis lagi, atau nggak update blognya?

Itu kan hanya segelintir blogger, yang dulu terkenal sebagai blogger yang selalu dinanti-nantikan postingannya, dan karena kesibukan mereka kini, lebih sering berkicau di twitter dibanding meng-update blognya.

Tapi coba main-main ke grup-grup di Facebook, ada banyak group berisi blogger yang tetap rajin meng-update blognya semisal grup Facebook Warung Blogger, Bloofers, Direktori Blog Indonesia, dan tentu saja Group Facebook Kumpulan Emak-emak Blogger atau KEB.

Di KEB ini, tiap hari selalu ada 15 orang member yang menginformasikan tentang postingan terbaru mereka di blog masing-masing. Postingan yang menarik dan bermanfaat untuk para pembacanya. Nah, koran harian Republika, ternyata tertarik untuk membahas fenomena blogger perempuan ini, terutama blogger-blogger perempuan yang rajin meng-update blognya, sehingga mereka menjadi acuan perempuan lainnya.

Selasa, 6 November lalu, pembahasan tentang blogger perempuan itu terbit di koran Harian Republika di Halaman Leisure, Rubrik Siesta. Dan, Alhamdulillah, blog ini (tentangkami), yang saya tulis, menjadi salah satu pengisi rubrik Seista itu. Memang beberapa waktu sebelumnya, saya ditelepon Republika untuk wawancara seputar dunia blogging.

Ah, senangnya berlipat-lipat ketika melihat dan membaca blog saya tampil di koran berskala nasional itu. Jadi semakin semangat untuk rajin update :)) Semoga!

Banyak hal yang ditanyakan oleh Sarah, wartawati Republika itu. Terutama terkait dengan masalah apakah blogger bisa menjadi profesi? Apakah blogger bisa mendapat keuntungan finansial? Yang mau tahu jawabannya, silakan ke Republika online ya :) Panjang kalau diceritain di sini.

Di Republika, blog yang tampil adalah blognya Mira Sahid, Isnuansa, Meti Mediya, dan saya :) Kami semua adalah member dari Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB)

Senang ya dari ngeblog bisa tampil di radio, suratkabar, majalah, tabloid, Insya Allah menyusul televisi, aamiin.

Oh ya, dari ngeblog juga, saya bisa punya buku lho. Iya, buku cerita, novel, kumpulan cerita, antologi dan sebagainya. Ini adalah buku-buku yang ada tulisan saya dan masih dijual di toko-toko buku. Beli ya #Eh

 

 

 

 

 

 

Me on Republika Newspaper

Who says blogging just a moment trend?

Me at More Magazine

Tahu Majalah More atau More Magz ?

Pernah baca majalah franchise dari kelompok Kompas Gramedia ini?

Kalau yang langganan atau suka membeli Majalah More, coba deh baca More Indonesia terbaru dengan cover aktris Hollywood, Diana Lane, yuk ke halaman 38, kolom More Special, Tried Tested, ada tulisan tanggapan saya mengenai produk kecantikan Biokos, Sariayu.

Tanggapan saya tentang Biokos

Tulisan pendek ini merupakan hasil wawancara via telepon dan survey yang dilakukan Majalah More, saat saya mengikuti event/acara off air yang mereka adakan.Saya ditanya tentang produk kosmetika merek apa yang sehari-hari saya gunakan.

Kebetulan memang saya pengguna setia Biokos dari Sariayu sejak 6 tahun yang lalu dan pas dengan merek produk yang sedang dicoba oleh Majalah More.

Continue reading

Selamat Datang Freeelancer Indonesia

Bosan jadi pegawai?

Ingin jadi pengusaha bagi diri sendiri?

Bingung mencari pekerjaan yang tidak terlalu mengikat tapi penghasilan lumayan?

Ayo, ayo, segera pasang koneksi internetmu atau ke warnet buat yang nggak punya inet, buka tab dan segeralah browsing http://www.freelancer.co.id dan dapatkan ribuan lowongan pekerjaan yang bisa kamu pilih sesuai dengan bakat dan keahlianmu!

Freelancer.co.id, apa itu?

Rabu, 3 Oktober lalu, saya berkesempatan menghadiri peluncuran http://www.freelancer.co.id, situs kerja nomor satu di dunia, dengan tagline mereka. Undangan yang disampaikan di Group Facebook Blogger Reporter itu menarik perhatian saya dan ingin menghadirinya karena si pengundang, Harris Maulana mengatakan bahwa ini adalah kesempatan emas buat blogger untuk menjadi klien situs kerja tersebut karena banyak lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian blogger yaitu menulis.

Bersama Mira Sahid, kami menuju lokasi acara di Hotel Sulthan, Jakarta. Di ruang acara, sudah banyak blogger dan wartawan yang hadir dan ada beberapa orang yang sibuk mendaftar di situs tersebut karena pada hari itu pendaftaran dibuka gratis, terutama buat para undangan.  Saya dan Mira pun tak ingin mensia-siakan kesempatan dan ikut mendaftar di http://www.freelancer.co.id :)

Freelancer.co.id merupakan situs regional dari Freelancer.com untuk Indonesia. Freelancer.com merupakan situs outsource dan crowdsource terbesar di dunia dengan banyak website yang dilokalkan dalam pasar internasional seperti untuk Inggris, Kanada, dan Australia.

Dengan adanya situs regional di Indonesia, diharapkan pebisnis dan freelancer di Indonesia, dapat terhubung dengan lebih dari 4 juta profesional di seluruh dunia, dan dengan mudah mempekerjakan orang lain atau mencari pekerjaan secara online.

Menurut Vice Presiden of Growth, Willix Halim, masyarakat Indonesia dapat mengambil keuntungan dari semua fitur situs outsource dan crowdsource nomor satu di dunia, dan sekarang saat yang tepat untuk orang Indonesia membangun bisnis sendiri.

Willix mengungkapkan keunggulan freelancer.com adalah e-commerce untuk jasa. Produk ini mirip eBay, tapi khusus untuk layanan, bukan produk.

Kenapa Indonesia?

Karena sekitar 40 juta atau sekitar 17 % penduduk Indonesia adalah pengguna/user internet aktif, terutama pengguna jaringan sosial. Dan  berdasarkan salah satu jajak pendapat, dikatakan bangsa Indonesia adalah bangsa paling bersahabat terhadap pengusaha.

Bisa dikatakan, freelancer.com ini adalah semacam jembatan antara yang punya kerjaan dan yang butuh kerjaan. Sama-sama menguntungkan. Oh ya, karena di Indonesia, jangan khawatir, pelayanan dilakukan dalam bahasa Indonesia dan  mata uang yang diberlakukan untuk pembayaran tentu saja menggunakan rupiah. Website ini memiliki 400-500 kategori pekerjaan seperti penulisan artikel yang meliputi penulisan blog, penulisan fiksi, penulisan pidato, penulisan skenario, penulisan travell, dan banyak lagi. Cocoklah buat para blogger dan penulis lepas lainnya.

Sementara itu Daniel Pratidya, yang sudah sukses mendapat berbagai pekerjaan di freelancer.com mengatakan untuk mendapat pekerjaan di http://freelancer.co.id memang butuh kerja keras, tapi dengan banyak review akan semakin mudah mendapat pekerjaan lainnya.  Untuk itu, Daniel Pratidya memberikan tips, untuk lima pekerjaan pertama, jangan terlalu memasang harga, yang penting mendapat kepercayaan dulu.

Dengan banyaknya testimoni yang diberikan pemilik proyek yang menggunakan jasa Daniel, tak heran ia bisa mendapatkan uang 50 Dolar Amerika hanya dengan bekerja selama dua jam.

Dengan bekerja sebagai freelancer secara online, kita dapat meningkatkan keleluasaan pelayanan untuk klien dari manapun asalnya dan kecepatan lalu lintas pekerjaan kita. Selain itu, kita dapat bekerja di rumah dan memanfaatkan sekumpulan pemberi kerja di seluruh jangkauan industri yang sangat besar!