Kalah Tho Mas ?

Nyebelin.

Tapi mau gimana lagi, seperti kata si menantu Agum Gumelar itu, keberuntungan sedang tidak berada di pihak Indonesia. Sumpe loe ?

Ih, kok untung si yang dijadiin faktor, kasihan lho si untung yang ngak tau apa-apa. Yang jelas, rakyat Indonesia yang nonton Piala Thomas dengan rasa nasionalismenya yang tinggi, bisa melihat dengan jelas siapa yang bertarung mati-matian, sampai pontang-panting 3 set, meski akhirnya kalah.

Kalah telakΒ 3 – 0, memang menyakitkan.

Lebih menyakitkan lagi, kejadiannya di Indonesia, didepan ribuan bangsa dan bapak mertua, yang mukanya gw lihat udah ngak asyik lagi. Kesel yah Pak ?

Ah, udah ngak perlu nyalahin siapa-siapa, tho mas ?

Korea memang lebih kuat karena mereka minumnya ginseng, lho apa coba πŸ˜€Β 

Sekarang lebih baik siapkan tenaga dan suara buat teriak-teriak menyemangati Tim Uber Indonesia di final nanti. Semoga kita ngak tambah kehilangan muka.

Β 

Ibu yang Suka Berbohong

Masih ngak ada ide buat nulis, dari pada kosong, ini gw tampilin hasil copy paste dari Milis Femina & Friends.

===========

Delapan Kebohongan Seorang Ibu dalam Hidupnya :

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar”
———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah adik dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan adikku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan adikku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang airmata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN !

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ”

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi…………..

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

2008 Contract of Friendship

kudu posting dlm bhs inggris Ky ? πŸ™‚

Photobucket Kiky for tagging me and have me signed this 2008 Contract of Friendship. Luv u sista. Friends are Forever yah.

Dan gw mau kasih kontrak ini khusus untuk teman-teman blogger, yang telah mewarnai hari-hari gw, diantara kesibukan kerja dan urusan rumah tangga, melalui email-email durjana (Girls Talk) πŸ˜€
1. Linda : gadis cantik berkerudung, yang dengan keahliannya merajut bisa meraup keuntungan.

2. Dahliana : he..he… dia ada dimanapun kamu ada. Temen favorit Mas Iwan. Pokoknya ada dia selalu ketawa ketiwi deh.

3. Bunda Raihan : makasih udah jadi tempat penitipan buku πŸ˜€

4. Diaz Fitra : dari dia, gw belajar banyak tentang cinta dan mencintai…halah puitis banget :))

Selesai ujian

Hore aku sudah selesai ujian.
Kemarin hasil ujian kopentensi dikasih sama bu guru asih pringkatku semakin naik ke 9 dari pringkat 10.
Aku harus rajin belajar maunya sih naik ke pringkat 1 tapi kata ina gak harus naik ke pringkat 1 yang penting aku harus rajin belajar yang penting nilaiku stabil.
Oiya kemarin aku kan cerita kan aku mau bikin cerita judulnya kan ina aku bundaku amaku ayahku sekarang ada lagi judulnya riska anak pembohong rasya anak yang jujur.

siap siap ehb

hari ini aku masuk siang karena ada praktek penjas.
tanggal 6 sampai tanggal 14 aku ehb. ehb lokal sama ehb nasional.
setelah itu terima raport dan liburan mau pulang kampung ke yogya karena sudah lama gak ke yogya.
di yogya aku mau ke taman pintar. mau ke taman sari dan ke kampus om yan ugm makan opor lontong.
aku harus rajin belajar kata ina supaya rangkingnya gak turun. tapi aku cape belajar terus.

Iseng


Ngak tau mau diisi apa, lagi mati ide nih πŸ™‚
si Mbak Lily yang diharapkan mau nulis, lagi keasyikan membaca, jadi bubar deh.
Akhirnya utak atik template, jadi deh.

Terima kasih buat Mommy Nia, yang sudah bersusah payah mau mengerjakan template yang cantik. Semoga ngak bosen kalau dimintain bantuan yah. Oh ya, masih belum ada shoutbox, karena masih kebingungan :))

Oktober Berseri

Tak terasa sudah memasuki bulan Oktober.

Setelah lihat-lihat catatan, mulai dari tanggal 3 sampai 30 Oktober, ternyata hampir setiap hari, ada yang berulang tahun πŸ™‚

Sahabat, saudara, adik dan orang-orang terdekat lainnya.
Hi..hi…harus pasang reminder di hape nih, supaya ngak kebablasan. Maklum otak butuh ekstra gibolan.

Eh, bagaimana persiapan lebarannya πŸ™‚ Tahun ini, kami sekeluarga ngak ada rencana pulang ke Yogyakarta. Karena akan pulang ke Yogya, pada bulan Desember, ada acara pernikahan. Sepertinya, gagal lagi deh rencana ketemuan sama Wiwit dan Rhien 😦