(Memories) Reflections Of My Life

Salahkan Gum, yang menuliskan presensi di milis Kopdarjakarta tentang  lagu-lagu lawas,  salah satunya lagu Reflections of My Life yang dipopulerkan oleh grup musik The Marmalade.

Dan, kenangan akan almarhum Bapak pun terkuak.

Bapak-love

Seperti yang pernah saya ceritakan di sini Bapak itu senang musik dan piawai bermain gitar dan piano. Karena besar di era tahun 60-an, ya lagu-lagu yang dihapal almarhum Bapak pastilah lagu tahun 60-70-an.  Salah satunya lagu dari grup The Marmalade ini, Reflections of My Life.

Menurut Wikipedia.org, The Marmalade adalah grup band yang berasal dari Glasgow, Scotland, yang beraliran beat musik, pop musik, dan psychedelic pop. Grup band ini menuai sukses di tahun 1968 hingga tahun 1972.  Tahun 2010, nama grup band ini masih ada, tapi sudah bukan anggota asli lagi.

Nggak hanya irama musiknya yang enak didengar, lirik lagu Reflection of My Life ini bagus lho. Coba deh didengarin:

Continue reading

Kebohongan-kebohongan Mama

Kepergianmu adalah kehilangan terbesarku. Kesedihan yang susah dihapuskan, bahkan setelah dua bulan kepergianmu.

Namun, mengetahui kebohongan-kebohongan yang telah kau lakukan selama ini, sangat sangat menyakitkan hati. Hingga kini, aku selalu bertanya-tanya kenapa kau lakukan hal itu.

Kenapa seluruh hidupmu penuh dengan kebohongan, Mama?

Mama, My Best Person

Terbayang jelas dalam benakku, kebohongan pertama yang kau lakukan. “Mama nggak punya uang,” jawabmu ketika aku meminta uang jajan lebih saat masih bersekolah di SD. Aku memaksa meminta karena melihat teman-teman yang memiliki uang banyak, sementara dirimu hanya memberi uang jajan sekedarnya. Ternyata uang itu kau simpan, demi mengajak kami, anak-anakmu makan di restoran agar tahu bagaimana rasanya makan di restoran.

Kau hanya tersenyum ketika aku menuduhmu memata-matai pergaulanku dengan teman-teman, dan pria-pria yang menyukaiku. Kau bilang tidak suka melihat teman-temanku, tapi kau mengundang mereka untuk datang ke rumah, bahkan menyajikan masakan terbaikmu.

Continue reading

Welcome The Most Smartphone

iphone-indosat3

Di era digital ini, perkembangan teknologi tak bisa diprediksi. Kebutuhan orang untuk tetap online baik di rumah, kantor, tempat-tempat hang out atau bahkan dalam perjalanan, semakin tinggi. Beberapa tahun yang lampau, orang hanya online, terkoneksi dengan internet saat di kantor atau rumah yang menyediakan fasilitas jaringan internet. Kemudian, hadirnya telepon genggam atau handphone dengan fasilitas internet, membuat orang semakin addictic dengan berselancar di dunia maya.

Dulu, mempunyai handphone yang bisa bertelepon dan sms tanpa batas rasanya bahagia tak terkira karena jarak yang jauh bisa menjadi dekat. Ketergantungan orang kepada telepon genggam membuat para penyedia alat komunikasi canggih itu berlomba-lomba memberikan fasilitas yang lebih canggih lagi. Internet! Telepon dengan koneksi internet yang super canggih dan cepat, diluncurkan kepada masyarakat, yang langsung menyerbu dengan pembelian yang tinggi.

Continue reading

Membangkitkan Kembali Industri Musik Digital

image

Setahun setelah adanya Surat Edaran (SE) Nomor 177/BRTI/X/2011, industri content digital terus berusaha meningkatkan animo masyarakat terhadap layanan Value Added Service. Meskipun RBT dan iRing bukan bagian dari layanan Value Added Service, tapi dampak dari SE terasa bagi seluruh pelaku industri musik digital.

Untuk membangkitkan kembali animo masyarakat terhadap layanan RBT dan iRing, dua operator terkemuka di Indonesia, PT XL Axiata (XL) dan Indosat bekerjasama dengan 12 record labels meluncurkan program Pesta RBT (Ring Back Tone) dan iRing melalui single access UMB *919#.  Dengan kerjasama ini, diharapkan industri konten digital, terutama musik digital akan bisa segera recovery ke kondisi sebelum SE BRTI itu diterbitkan.

Menurut Direktur Marketing XL, Joy Wahyudi,dengan adanya satu kode akses, diharapkan pelanggan akan lebih mudah untuk menikmati RBT dan iRing. Sedangkan Erik Meijer, Director & Chief Marketing Officer Indosat mengatakan program Pesta RBT dan iRing ini untuk menumbuhkan kembali layanan ini dengan lebih berkualitas, aman dan mudah sehingga masyarakat dan pelanggan merasa lebih nyaman dan tidak ragu menggunakan layanan ini.

Continue reading

Mencari Kafe yang Super Wifi

Sebagai pekerja lepas yang bekerja di era digital ini, kebutuhan akan koneksi internet yang tak terbatas, sangat penting. Tidak hanya untuk mencari data atau sumber data bagi tulisan-tulisan saya, tetapi juga berhubungan dengan narasumber, editor, dan klien (pemberi kerja).

Sebagian besar pekerjaan saya memang dilakukan secara digital. Menerima pekerjaan lewat email. Mengirimkan pekerjaan lewat email, dan tak jarang komunikasi untuk pekerjaan juga dilakukan via email, yahoo messenger, googletalk, atau skype.

Bekerja secara digital memang mengasyikkan. Karena bisa dilakukan di rumah, tanpa perlu pergi ke kantor seperti pekerja tetap lainnya. Kadang-kadang, kalau bosan bekerja di rumah, saya pergi ke kafe, pusat-pusat hiburan atau taman kota. Kenapa pusat hiburan dan taman kota? Sambil kerja, tetap harus memantau anak-anak juga. Ibunya browsing-browsing, anaknya main-main :)

Salah satu tempat kerja di luar rumah yang menyenangkan buat saya adalah di satu kafe di pusat perbelanjaan di tempat tinggal saya. Di kafe yang tenang dan nyaman itu, saya bebas bekerja dengan menggunkan fasilitas wifi yang disediakan kafe, tentunya setelah kita membeli makanan dan minuman di kafe itu.

Koneksi yang ada di kafe itu memang super duper kencang. Kita bisa menyusuri dunia maya tanpa ada hambatan. Bahkan, di saat kafe tersebut ramai pengunjung, koneksi wifinya tidak lelet.

Penasaran apa yang membuat koneksi internet di kafe itu lancar jaya, saya pun bertanya kepada pemilik kafe tersebut. “Hm, pantas saja lancar,” ucap saya dalam hati ketika mendapat jawaban dari pemilik kafe.

Continue reading

Extra Beautiful Forty

Blogger Gathering Extra Beautiful

Seorang teman mengatakan kepada saya, kalau semua perempuan itu memiliki paras yang cantik. Tapi tidak semua perempuan itu, telaten merawat wajah dan tubuhnya, sehingga kecantikannya pun tak terlihat.

Saat itu, saya tertawa mendengar kata-katanya. Kebetulan, saya orang yang tidak begitu telaten merawat wajah dan muka. Kalau ingat dan ada waktu luang, dibersihkan, kalau tidak ya cukup mencuci wajah saja. Yang paling penting buat saya adalah tidak lupa mandi 2 kali sehari dan menggosok gigi :)

Namun, saat memasuki usia 40 tahun, saya mulai serius memperhatikan wajah dan badan yang beratnya semakin lebar di sana sini. Bukan apa-apa, bukan karena ingin mengingkari usia dan tetap dianggap muda, tetapi saya ingin lebih sehat dibandingkan sebelumnya.  Tua itu pasti! Sehat dan segar itu penting. Apalagi semakin bertambah usia, makin rentan kesehatan kita.

Continue reading