Perempuan: Antara Kodrat dan Pilihan Hidup

Beberapa waktu lalu, saya dan suami bersenda gurau mengenai kehidupan perempuan di masa sekarang. Kata suami saya, multitasking perempuan itu bukan lagi antara mengasuh anak, pekerjaan rumah tangga, pekerjaan diri sendiri dan hobby, tetapi juga multitasking dengan teknologi masa kini.

“Teknologi masa kini bagaimana maksudmu?” tanya saya.

“Ya kan sekarang era digital, apa-apa serba teknologi, di tangan perempuan nggak hanya sapu, penggorengan, kain pel, perempuan masa kini juga pegang netbook, gadget,” jawabnya sambil menggambarkan seorang perempuan yang sedang menggendong anak yang dikelilingi oleh peralatan “perang”nya.

Saya tercenung. Dipikir-pikir benar juga, sekarang ini era digital, perempuan pun hidup di dalamnya. Dalam lingkaran kehidupan saya, tak jauh dari digital. Bahkan bisa dibilang saya menjalani aktivitas keseharian tak jauh dari digital.

Sejak memutuskan pensiun dini sebagai pekerja di salah satu stasiun televisi nasional, saya melakukan pekerjaan digital. Dari bekerja di dunia nyata, saya pun memilih bekerja melalui dunia maya.

Saya memutuskan menjadi seorang blogger dan juga penulis lepas. Bukan tanpa pemikiran matang, saya memutuskan untuk menjalani pekerjaan yang penghasilannya mungkin tak seberapa besar dibandingkan saat menjadi karyawan. Tetapi saya merasa menikmati pekerjaan itu karena tidak terikat dengan jam kerja dan tidak perlu jauh dari keluarga. Kitalah yang mengatur waktu, bukan waktu yang mengatur kita!

Bekerja di rumah harus pintar-pintar membagi waktu. Jangan sampai urusan rumahtangga terbengkalai karena kita keasyikan bekerja. Begitu juga sebaliknya, jangan sampai pekerjaan tercecer, tidak diselesaikan tepat waktu yang mengakibatkan klien kecewa, karena kita keasyikan tidur siang atau browsing-browsing tak jelas.

Hidup adalah pilihan, begitu kata orang bijaksana. Ketika saya memutuskan untuk tidak bekerja di kantor, saya pun harus bisa menerima konsekuensinya. Konsekuensi hanya mengandalkan pemasukan dari suami dan merencanakan pengeluarannya dengan matang, jangan sampai lebih besar pasak dari pada tiang.

Karena hanya mengandalkan pemasukan dari suami, rasanya tak enaklah kalau saya memboroskan uangnya untuk hal-hal sepele seperti pergi ke salon, mempercantik diri, ngopi-ngopi cantik bersama teman-teman, pergi ke spa atau gym untuk menyegarkan diri.

Mengapa saya tetap ingin pergi ke salon, spa atau berkumpul bersama teman-teman padahal sudah tidak bekerja lagi? Bagi saya, waktu untuk diri sendiri itu tetap perlu. Me time, istilahnya. Meski kita hanya di rumah, kita tetap perlu bersosialisasi dengan teman-teman, tetap perlu memanjakan diri sendiri.

Untuk semua kemanjaan tersebut, saya harus memakai uang sendiri. Uang yang saya hasilkan dari pekerjaan yang saya lakukan. Pekerjaan yang saya peroleh dari dunia digital.

Suami dan anak tentu merasa bangga jika ibunya terlihat segar, cantik, mengikuti perkembangan jaman. Tentunya dalam batas-batas seorang ibu. Sebisa mungkin saya tidak berpakaian dengan gaya yang membuat anak saya terbelalak karena malu.  Saya tidak ingin berdandan menor hanya supaya dianggap up to date, sementara anak dan suami saya malu karenanya.

Saya ingin anak-anak dan suami bangga melihat ibu dan istrinya tampil sesuai jati dirinya, bukan orang lain. Bagaimana pun juga, karena cinta anak-anak, suami dan keluargalah saya menjadi seperti sekarang ini.

Perempuan yang hidup di era digital. Yang tetap bisa beraktivitas dengan kemampuan diri sendiri. Yang tetap sadar bahwa menjadi seorang perempuan, istri dan ibu adalah kodrat, yang tidak bisa dihilangkan. Dan adalah pilihan hidup, ketika memutuskan menjadi ibu yang bekerja dari rumah tanpa harus kehilangan eksistensi diri.

Saya adalah perempuan yang karena kasih suami, anak dan keluarga bisa bebas bepergian kemana pun, selama itu masih berhubungan dengan pekerjaan yang saya jalani. Bebas melakukan apapun selama itu masih dalam batas-batas yang telah disepakati antara suami, anak dan keluarga. Juga dalam batas-batas agama yang saya yakini.

Berusaha mematuhi ajaran agama, tanpa perlu berkoar-koar sebagai orang yang taat. Menjalaninya kapan pun dan di mana pun, karena di saat-saat itulah saya bisa melepaskan kepenatan fisik dan rohani. Karena berkat kasih-Nya, saya bisa kuat menjalani ini semua. Menyeimbangkan antara kodrat dan pilihan hidup.

Bagi saya, semua ini, apa yang telah diberikan kepada saya sudah lebih dari cukup. Tinggal bagaimana kita menjalaninya, mempertahankannya agar tetap menjadi kebanggaan keluarga dan dikenang oleh semua yang pernah mengenal kita.

Tulisan ini, saya ikut sertakan dalam kontes Fastron Blogging Challenge.

Sambut Ramadhan ala Indosat

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, senangnya…

Sudah persiapan apa saja menyambut Ramadhan?

Sudah nyekar ke makam ayah, ibu, kakak, adik, saudara yang telah mendahului kita?

Sudah bayar hutang puasa? Kalau ini, hutang saya masih banyak banget, duh, entah kapan bisa melunasinya.

Ternyata, bulan Ramadhan ini, tidak hanya kita yang melaksanakan ibadah puasa yang bersiap menyambut datangnya bulan suci umat Islam itu. Salah satu provider telepon, Indosat, juga punya program menyambut bulan Ramadhan.

Program Sambut Ramadhan 1433 Hijriah ini diluncurkan awal Juli lalu di salah satu mall terkenal di Jakarta. Kebetulan saya hadir dalam launching program itu.

Menurut Director & Chief Commercial Officer Indosat, Erik Meijer, menyambut bulan Ramadhan penuh berkah ini, Indosat menghadirkan berbagai paket layanan hingga program loyalitas pelanggan.

Continue reading

Gelaran Kedua KEB: Event Bandung

Ini awalnya :

Event KEBBandung

Kotak Masuk x
Mira.@yank ayankmira@gmail.com

22 Mei

ke Sary, Nike, saya, Meti, Nchie, Erry

Dear All

Melanjutkan obrolan rencana event bandung, sepertinya kita harus mulai mengkonsep acara, mau seperti apa nantinya.

1. Tanggal event
2. Tempat
3. Konsep Acara

ini aja dulu yang kita bahas, silakan saling sumbang ide ya Mak

—–

Email-email yang tak terlupakan karena berlangsung hingga dini hari! Heran, entah dari mana energinya berkomunikasi via dunia maya hingga lupa waktu, padahal esok harinya mereka masih harus beraktivitas dengan kegiatan masing-masing.

Dan, hasil dari email-email itu terealisasi hari Minggu, 8 Juli 2012 lalu di lantai 2 Festival Citylink, Jalan Pasir Koja, Bandung, Jawa Barat, yang bertajuk Gathering KEB Bandung:  ‘Berbagi Inspirasi dan Menghasilkan Karya Melalui Blog‘.

Gathering Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) Bandung ini adalah event kedua yang digelar oleh KEB pada bulan April lalu di IDC Duren Tiga. Berbeda dengan gathering yang pertama, event kali ini digagas dan dilaksanakan oleh emak2 blogger yang tinggal di Bandung. Para emak2 blogger Bandung yang sudah sering melakukan kopdar itu bersatu padu mensukseskan acara yang mereka gelar. Para emak blogger itu adalah sang ketua Meti Mediya, Nchiehanie atau Mama Olive, Erry Andriyati atau bibi titi teliti, dan Dey Dyah.

Dengan keuletan dan kesigapan mereka, event KEB Bandung sukses digelar. Bayangkan saja, untuk mempersiapkan segala sesuatunya termasuk saat membereskan tempat acara, emak-emak itu yang melakukan sendiri tanpa bantuan bapak-bapaknya (saat gathering berlangsung, para suami menjadi penjaga anak-anak:D) termasuk urusan angkat-angkat kursi, memasang standing banner, dan in focus. Eh ada sih cowoknya, Kang Tendy, perwakilan dari Festival Citylink.

Walau acara dimulai molor sejam dari waktu yang ditentukan, yaitu pukul 10 pagi, namun keceriaan tetap menyelimuti para emak blogger Bandung yang hadir diantaranya adalah Junita Sari, Ika Rahmah, Tsuraya Widuri, Myra Anastasia , Asri Yuliana, Ida Tahmidah, dan emak2 blogger lainnya (mohon maaf, lupa namanya satu persatu, hiks) dan para pengisi acara seperti Indari Mastuti (mompreneur) dan Melya Setyorini (perwakilan Blogdetik).

Acara pertama dibuka oleh dengan tarian kreasi dari mahasiswi Unpas Bandung. Kemudian talkshow oleh Meti Mediya  tentang blognya, serba-serbi dunia anak, yang berhasil mendulang rejeki dan menerbitkan buku, sedangkan Indari Mastuti, yang juga founder dari Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan owner Indscript Creative, berbagi pengalamannya sebagai mompreneur yang banyak meraih penghargaan kewirausahaan mandiri. Ada juga Meliyanti Setyorini (BLOGdetik) yang sharing tentang komunitas dan salah seorang Makmin KEB, Nike Rasyid, yang juga merupakan Fellow Internet Sehat, berbagi tentang bagaimana menumbuhkan minat perempuan untuk ngeblog.

Acara ditutup dengan penampilan ala stand up comedy dari blogger tenar yang baru saja pulang melancong berkat lomba blog ke negara impiannya, Korea Selatan, yaitu Erry Andriyati! Buat blogger yang sudah pernah ke blog Erry, pasti sudah hapal dengan gaya penulisannya yang bikin pembacanya geli, ketawa ngakak, dan terhibur, begitu jugalah gaya Erry mempresentasikan sessinya. Ngocol abis dan bikin ketawa ketiwi, ngakak, ngikik, ngukuk.

Benar-benar acara yang menyenangkan. Dapat ilmu, dapat informasi baru, dan tentu saja menambah jalinan silaturahmi sesama emak2 blogger dengan saling berkenalan dan berjumpa langsung. Rasanya ingin berlama-lama ngobrol kalau saja tak ingat tugas menanti, berkumpul kembali bersama suami dan anak-anak tercinta.

Dan terima kasih tak terhingga untuk para sponsor yang telah mensukseskan acara ini. Dengan sponsor, KEB Bandung bisa memberikan banyak hadiah bagi emak blogger Bandung yang datang, makan enak, dapat hadiah lomba livetwitt, door prize, kuis dan tentu saja lomba review tentang event ini.

Para sponsor itu adalah: Festival CitylinkBlogdetikInternet Sehat,Tabloid NovaSygma, Indscript Creative, dan para peserta bazaar Wijaya Kusumah, Sygma, Nena for Make up, dan Astri Ekawardhani. 

Ingin bergabung dengan KEB? Silakan ke grup Facebooknya di sini atau baca tentang kegiatan KEB di webnya.

Mengutip kata-kata Nike Rasjid, terus menulis, tulislah apa yang ada dipikiranmu, jangan pedulikan eyd dan jangan biarkan hanya menjadi draft. Langsung posting!

Sampai jumpa di event KEB berikutnya. Di kota mana ya? Ada saran 🙂

Tired of Hearing

Dari Plinky.com :

“What annoying word or phrase are you tired of hearing?”

“Perkataan apa yang mengganggu atau kita bosan mendengarnya?”

Kalau saya, ada beberapa, misalnya :

1. Tambah satu anak lagi, laki-laki biar komplit!

2. Kok berhenti kerja, disuruh suami ngurus rumah ya?!

3. Nggak bosan di rumah? Nggak kerja lagi?

4. Enak ya bisa pergi sesuka hati, anaknya nggak kehilangan tuh?

Sumpah, bosan banget mendengarkan pertanyaan ala pernyataan seperti itu. Awalnya menjawab dengan senang hati, tapi semakin lama, malaslah menjawabnya dan nggak penting untuk dijawab juga sih, lihat sajalah kenyataannya.

Soal punya anak laki-laki, memangnya situ Tuhan yang bisa menentukan anak yang mau kita lahirkan? Yang sudah pakai program saja, kadang-kadang bisa salah kok. Lagi pula di jaman sekarang, anak laki-laki atau anak perempuan sama saja, yang penting kasih sayang!

Continue reading

Emak2 Blogger di Female Radio

Setelah pemotretan bareng anak-anak untuk Majalah Mother & Baby edisi Juli 2012, Komunitas Emak2Blogger diundang oleh Female Radio 97,9 FM untuk mengisi acara Arisan Female yang dipandu oleh penyiarnya Gery Puraatmaja, Selasa, 5 Juni 2012, dari pukul 09 sampai 10 pagi.

Acaranya seru! Penuh dengan ketawa ketiwi. Oh ya, sebelum masuk Studio Female, oleh Tika, salah satu produser di Female, kita disuruh buat karangan dengan memakai kata-kata: ayam, setrika, rewel, suami, dan mobil. Namanya blogger, tentu bisa dong merangkai kata-kata itu (geer mode on).

Nggak terasa satu jam sudah berlangsung, membahas apa itu Emak2 Blogger, kapan diadakan, bagaimana supaya tetap rajin ngeblog dan tentu saja kegiatan apa yang sudah dilakukan Emak2 Blogger. Secara bergantian, saya, Sary Melati, dan founder Emak2 Blogger, Mira Sahid dengan senang hati berbagi tentang Emak2 Blogger kepada pendengar Female Radio.

Mau tahu apa itu Emak2 Blogger? Silakan berkunjung ke web kami di emak2blogger.web.id atau join ke Facebook Grup Kumpulan Emak2 Blogger. Oh ya, jangan lupa ikutan Lomba Menulisnya ya yang bertema Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia, ditunggu :))

Gaya narsis seusai siaran!

Quality Time di Akhir Pekan

Berkegiatan bersama keluarga di saat weekend atau akhir pekan, bisa membuat berbagai hal positif meningkat dan berbagai hal negatif berkurang!

Orangtua yang sering melakukan kegiatan bareng anak-anaknya di#wiken bisa mencegah prilaku seksual pranikah remaja!

Menarik kan?

Bukan saya lho yang bilang, tetapi seorang psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, Psi,  yang menyimpulkannya dari tesis-tesis yang dilakukan dan dibacanya.

Menurut Anna Surti, dengan meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga, komunikasi yang baik antara anak dan orangtua akan terjalin. Orangtua memiliki kesempatan untuk mengajarkan nilai-nilai dan perilaku positif kepada anak dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan.

“Kondisi ini akan berdampak positif dalam meningkatkan rasa percaya diri, mandiri, disiplin, dan anak-anak lebih sehat secara fisik dan mental, atau bahkan cenderung semakin berprestasi di sekolah,” demikian dikatakan Anna dalam acara Kampanye Cool Weekend Selection, yang diluncurkan oleh Wall’s Selection.

Ditambahkan Anna Surti, peran orangtua, terutama ibu sangatlah penting! Ibu akan lebih mengetahui kegiatan akhir pekan yang disukai dan diinginkan oleh anak-anaknya, sehingga dapat dipersiapkan sejak awal minggu. Kegiatan keluarga dapat dilakukan di dalam maupun di luar rumah!

Continue reading

Aksi Seru Komunitas Bola: Bolalob

“Ngapain sih teriak-teriak?!”

“Berisik….!”

Kata-kata itu biasa saya keluarkan kalau melihat Mas Iwan, jejingkrakan dan teriak-teriak saat menonton pertandingan bola di televisi. Nggak hanya nonton pertandingan bola dalam negeri, tetapi juga pertandingan bola luar negeri. Terkadang saya nggak habis pikir, apa sih enaknya nonton pertandingan yang hanya memperebutkan satu bola itu?

Dan, keheranan saya tentang kenapa suami bisa kesenangan dengan yang namanya pertandingan bola itu terjawab ketika saya datang ke acara launching IM3 Community League (ICL) 2012 yang digelar Indosat, sekaligus launching dari website bola bolalob.com.  IM3 Community League merupakan salah satu wadah kompetisi sehat antar komunitas sepakbola melalui online.

Acara yang berlangsung di di Kafe Pisa, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Mei lalu, dihadiri oleh pecinta-pecinta sepakbola yang tergabung dalam komunitas seperti United Indonesia (penggemar Club MU), Viola Club Ina (Fiorentina), Juventini Club Indonesia (Juventus), IndoBarca (Barcelona), Arsenal Indonesia dan Milanisti Indonesia  (AC Milan).

Sebelum launching, para anggota komunitas pecinta bola itu diminta untuk memperkenalkan diri dan tak lupa yel-yel   khas dari klub masing-masing. Seru juga melihat aksi anggota komunitas itu, bernyanyi dengan kencang, meneriakkan kegembiraan juga tak lupa memakai syal dari klub yang mereka dukung!

Continue reading