Love Letter

My lovely Kayla,

tahukah kamu,

tak ada bahagia melebihi kebahagiaan memilikimu.

Tak ada suka, melebihi suka kami menjadi orangtuamu.

kasih kami padamu, selalu menemani hari-harimu.

Continue reading

Advertisements

Tentang Meremehkan

Gw baru saja menyelesaikan membaca novel remaja The Mysteious Benedict Society (Persekutuan Misterius Benedict #2), hasil karya penulis Amerika Serikat, Trenton Lee Stewart.

Trenton menulis novel itu karena merasa anak-anak itu ada, namun jarang didengarkan dan selalu diremehkan. Karena itulah, tokoh-tokoh cerita di novel tersebut adalah anak-anak yang terlihat biasa, namun mempunyai bakat yang luar biasa.

Gw nggak mau cerita tentang isi novel itu, ntar aja baca di blog ulasan buku. Gw cuma mau cerita, bahwa apa yang dimaksudkan Trenton tentang anak-anak itu ada, namun jarang didengarkan dan selalu diremehkan itu, benar adanya. Setidaknya, benar terhadap diri gw.

Bagaimana gw sering pura-pura mendengarkan cerita-cerita Lily dan Kayla, saat pulang kantor, padahal mereka antusias bercerita.

Bagaimana gw suka meremehkan anak-anak gw. Dan selalu takut mereka nggak bisa melakukan apa-apa. Setidaknya, itu yang terjadi saat Kayla akan mengikuti test masuk kelas 1 SD.

Melihat penampilan Kayla yang suka cuek dengan urusan sekolah. Malah, ia pernah satu minggu tidak mau masuk sekolah, karena merasa bosan belajar. Gw ketar ketir, Kayla nggak akan bisa mengikuti test masuk SD, apalagi melihat teman-temannya sudah pada bisa membaca, sementara Kayla, baru sebulan terakhir ini dia bisa menuliskan namanya dengan lengkap…hehehehehe

Kalau disuruh belajar di rumah, Kayla selalu protes. “Masa, udah belajar di sekolah, di rumah belajar lagi. Cape dong, aku,” kata anak perempuan gw, yang sekarang sudah bisa naik sepeda roda 2 itu.

Karena itulah, ketika kemarin keluar hasil test masuk SD dengan nilai 85, gw merasa tertohok. Kayla yang selama ini suka gw khawatirkan bakal mengulang di TK, ternyata sukses masuk kelas 1. Anak gw, yang tidak gw dampingi saat test masuk SD, karena gw sakit, ternyata bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru pengujinya. Termasuk membaca ayat-ayat pendek Al-Qur’an dengan lancar. Alhamdulillah…

Ah, betapa meremehkan itu sangat menyakitkan.

Nama

Ini adalah postingan adik gw, Wahyu, di blognya sehari setelah kelahiran Kayla (19 Desember 2004).

Sekarang, tepat hari ini, Kayla berumur 5 tahun. Sudah bersekolah di TK B, TK Bani Saleh 1.

————–

Sabtu kemarin, ponakanku yang baru lahir. Saat lahir ia menangis, seperti jutaan bayi lainnya. Wajahnya putih dan rambutnya hitam. Kakakku amat bersyukur karena ia berhasil melewati proses yang amat menyakitkan itu. Diantara semua kebahagiaan itu, saat ini semua keluargaku tengah sibuk-sibuknya mencari nama bagi ponakanku ini. Mama sibuk mencari nama-nama yang berbau batak.

Continue reading

Antara Gondongan dan Blau

Seminggu yang lalu, Kayla badannya panas turun naik. Kadang 38, sebentar 37, ngak lama 39. Karena gw berusaha menjadi orang pinter dengan bekal informasi selama menjadi member Milis Sehat, gw ngak mau memutuskan cepat-cepat membawa Kayla ke dokter. Pasti obat yang kita terima ujung-ujungnya antibiotik.

Tapi ketika hari keempat, keadaan Kayla ngak berubah diperparah lagi, waktu kasih tau ke sekolahnya Kayla ngak masuk, gurunya bilang lagi musim sakit karena ada beberapa anak yang ngak masuk juga karena sakit DB, Tipus dan gondongan.

Gondongan ???? Hari genee masih ada gondongan, kata gw dalam hati. Aih ngak keren amat tuh penyakit 😀

Continue reading

Naluri Wanita

ina-dan-kaylaSekali-sekali gw berusaha menjadi ibu yang baik. Gw pun bertanya kepada Kayla, apa cita-citanya.

Gw       : Kalau udah gede, adek mau jadi apa ?

Kayla : Mulan Jamella.

Gw       : Mulan Jamella ?! Jadi penyanyi ? ih ngak keren.

Kayla  : Ih, Ina mah. Mulan Jamella keren lagi, cantik, bajunya bagus-bagus, sepatunya bagus-bagus.

                Kalau jadi penyanyi kan bisa beli baju terus-terus, beli sepatu cakep-cakep.

Waks…giling deh anak gw, kecil-kecil naluri kewanitaannya sudah terasah dengan baik 😀

Pembunuh Nyamuk

Photobucket Yup, gw lagi emosi jiwa membunuhi nyamuk-nyamuk yang lagi doyan berkeliaran di kamar gw, seminggu terakhir ini. Apa mungkin karena cuaca panasnya ngak ketulungan yah ?!

Padahal, gw udah nyemprotin kamar dengan obat nyamuk yang salah satu merek terkenal itu. Tapi herannya, ngak mempan. Masih ada satu dua nyamuk yang berkeliaran.

Darah gw langsung naik ke ubun-ubun kalau melihat tuh nyamuk nempel dengan gagah berani di kaki si bungsu Kayla. Tanpa ampun, gw langsung tepok nyamuk ngak tau diri itu, yang otomatis membangunkan Kayla yang lagi tidur nyenyak.

Continue reading

Idul Fitri 1429 H Itu…

  • Maafkan segala khilaf dan salah kami sekeluarga (Iwan, Indah, Lily dan Kayla) baik yang disengaja maupun tidak disengaja, yang tersirat atau tersurat, terhadap seluruh teman baik di dunia nyata maupun dunia maya, baik yang sudah kenal maupun baru kenal.
  • Merasakan bau rumah sakit, karena si bungsu kami (Kayla), sakit panas tinggi (40) dan dehidrasi, dan membuat saya resah hingga saat ini karena masih dalam tahap penyembuhan.
  • Ingin rasanya memberikan pundak ini sebagai tempat bersandar untuk sahabat yang sedang dilanda kesedihan, namun hanya doa yang mampu terucapkan.
  • Berharap semoga setelah Ramadhan berakhir, akan menjumpai Ramadhan berikutnya.