Doa yang Terkabul

Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya! Apalagi mengenai masalah pendidikan. Sekarang ini, sudah bukan jamannya lagi orangtua memaksakan kehendaknya kepada anak. Anak bebas menentukan mau bersekolah di mana ia nanti.

image

Tahun ini, si sulung, Taruli, tamat dari SD. Tak terasa, umurnya akan 12 tahun.

Continue reading

Belenggu

Berbagi.

Pada saat kita lahir, hati manusia berwarna putih. Namun, menjadi hitam karena manusia dibelenggu oleh sifat-sifat yang tak baik.

Sifat-sifat yang membelenggu itu, terjadi sesuai dengan perkembangan kita, manusia. Malas, marah, iri hati, pengeluh,  pembosan, dengki, buruk sangka, sombong, dan lain-lainnya. Yang tanpa sadar, sering kali kita lakukan.

Supaya hati kita tak berwarna hitam pekat, kita harus melepaskan belenggu itu.  Tidak mengulangi atau melakukan sifat-sifat itu, meminta ampun kepada Tuhan, meminta maaf kepada orang yang kita sakiti. Bisakah kita melakukannya ?

Insya Allah, semoga bisa!

Sharing ini saya dapat dari sulung kami, Taruli, yang kemarin mengikuti pelatihan ESQ Ary Ginandjar di Menara 165, Jakarta Selatan. Hari ini, hari kedua pelatihan.

Continue reading

Berbagi Teman

“Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya” (berbagai sumber)

Beberapa waktu lalu, sulung saya, Taruli, bercerita tentang temannya, yang menurutnya sudah berubah. “Dia nggak seperti dulu, apa-apa cerita sama aku. Kayaknya dia punya teman lain, yang lebih seru,” kata Taruli. Meski berusaha menutupi perasaannya, tapi saya tahu dia sedih dengan persahabatannya itu.

Waktu itu, saya bilang sama dia, meski kalian bersahabat, tapi setiap orang punya keinginan sendiri, termasuk keinginan untuk berteman dengan yang lainnya, meski ia sudah mempunyai teman dekat. “Mungkin, sekarang dia merasa lebih enak berteman dengan si A, kamu nggak boleh marah atau iri.”

Continue reading

Gathering Penulis Cerita Anak (1)

Tanggal 1 dan 2 Mei, bertempat di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, diadakan Gathering Penulis dan Ilustrator Cerita Anak.

Acaranya seru, karena bertemu dengan teman-teman penulis, yang juga tergabung dalam milis Penulis Cerita Anak.

Di hari kedua, ada deklarasi Forum Penulis – Ilustrator Cerita Anak. Dalam acara tersebut, Lily, sulung saya, tampil di panggung, sebagai kunang-kunang, untuk mendukung story telling, yang dibacakan para penulis terkenal seperti Benny Rhamdani, Renny Yaniar, Ali Muakhir, Imran Laha, dan lainnya.

bersambung….

Serba Salah

 

Beberapa hari lalu, gw nonton film serial di Indosiar. Diceritain ada seorang anak yang melukai kaki temannya, biar dia bisa jadi kapten tim pemandu sorak sekolah itu. Perbuatan anak perempuan itu dilakukan karena ambisi ibunya (yang dulu pernah jadi cheerleader juga). Kata si anak, ibunya suka menyiksa dirinya kalau ngak bisa jadi nomor satu.

Si Ibu merasa berdosa tahu anaknya berbuat jahat gitu dan merasa menjadi ibu yang jahat. Kata guru pembimbing anaknya, disaat anaknya sedang terpuruk ini, si Ibu harus menjadi ibu yang baik bagi anaknya.

 

Continue reading

Seni Batu

Setelah gagal total di kursus menari Bali dan cuma omdo (omong doang) mau serius belajar balet, akhirnya anak sulung gw, Mbak Lily, rajin mengikuti les pianonya. Mungkin karena kemauan ini datang dari dirinya sendiri dan sesuai selera, sudah hampir 3 bulan ini latihannya lancar-lancar saja.

Alhamdulillah, semoga anak gw ngak seperti maknya, yang ngak ada jiwa seninya atau sewaktu gw kecil, si Bapak sering bilang gw, Seni Batu.

Seni batu, hehehehe, gw ngak tau apa maksudnya dulu. Mungkin kali karena gw bebal udah dimasukkin kursus seni macam-macam, tapi satu pun ngak ada yang beres. Les piano, gatot. Les gitar, ngak beres. Les menari Melayu, cuma bertahan setahun aja. Kebanyakan sih karena bosan.

Continue reading

Dodol Conversation : Ketik Reg

Pohon jambu didepan rumah sudah tua dan hari Sabtu yang lalu ditebang. Mungkin karena sudah lama, menyisakan akar yang sudah merambat kemana-mana.

Rabu pagi, Mas Iwan menggali akar-akar pohon jambu itu, sedikit demi sedikit. Gw dan anak sulung gw, Lily, memperhatikan alias jadi mandor :D

 

Lily : Ama, mau cepat galinya ?

Mas Iwan : Gimana caranya ?

Lily : Ketik Reg spasi Gali kirim ke 9090.

 

Jayus deh anak gw..hehehehehehe