Mencari Kafe yang Super Wifi

Sebagai pekerja lepas yang bekerja di era digital ini, kebutuhan akan koneksi internet yang tak terbatas, sangat penting. Tidak hanya untuk mencari data atau sumber data bagi tulisan-tulisan saya, tetapi juga berhubungan dengan narasumber, editor, dan klien (pemberi kerja).

Sebagian besar pekerjaan saya memang dilakukan secara digital. Menerima pekerjaan lewat email. Mengirimkan pekerjaan lewat email, dan tak jarang komunikasi untuk pekerjaan juga dilakukan via email, yahoo messenger, googletalk, atau skype.

Bekerja secara digital memang mengasyikkan. Karena bisa dilakukan di rumah, tanpa perlu pergi ke kantor seperti pekerja tetap lainnya. Kadang-kadang, kalau bosan bekerja di rumah, saya pergi ke kafe, pusat-pusat hiburan atau taman kota. Kenapa pusat hiburan dan taman kota? Sambil kerja, tetap harus memantau anak-anak juga. Ibunya browsing-browsing, anaknya main-main ๐Ÿ™‚

Salah satu tempat kerja di luar rumah yang menyenangkan buat saya adalah di satu kafe di pusat perbelanjaan di tempat tinggal saya. Di kafe yang tenang dan nyaman itu, saya bebas bekerja dengan menggunkan fasilitas wifi yang disediakan kafe, tentunya setelah kita membeli makanan dan minuman di kafe itu.

Koneksi yang ada di kafe itu memang super duper kencang. Kita bisa menyusuri dunia maya tanpa ada hambatan. Bahkan, di saat kafe tersebut ramai pengunjung, koneksi wifinya tidak lelet.

Penasaran apa yang membuat koneksi internet di kafe itu lancar jaya, saya pun bertanya kepada pemilik kafe tersebut. “Hm, pantas saja lancar,” ucap saya dalam hati ketika mendapat jawaban dari pemilik kafe.

Continue reading

Setahun Sudah

Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Sudah setahun saya berhenti sebagai pegawai kantoran.

Bagaimana rasanya?ย Jangan ditanya soal ngasuh anak ya, setiap perempuan yang punya anak, baik itu kerja di kantoran atau di rumah, punya gaya sendiri-sendiri dalam mengasuh anaknya.

Kalau rasa bagaimana tidak bekerja kantoran, untuk saya masih menikmati. Karena terbebas dari bangun dini hari untuk buru-buru berangkat ke kantor. Terbebas dari kemacetan Jakarta, yang sepertinya semakin menggila. Terbebas dari deadline yang bikin jantungan.

Banyak kebebasan lah. Yang jelas, kalau anak-anak libur sekolah, udah nggak perlu pusing-pusing lagi menghitung cuti yang tersisa, dan bebas bergaul dengan teman-teman, yang dulu sangat susah dilakukan.

Yang nggak bebas apa? Duit, hahahaha

Continue reading