Lingkungan Hijau Dambaan

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat tawaran menulis cerita anak yang bertema global warming (pemanasan global).

Dalam cerita itu, untuk mencegah pemanasan global, para tokoh cerita belajar mengenai mencintai lingkungan, memanfaatkan barang-barang bekas menjadi barang yang bermanfaat, mendaur ulang plastik atau sampah, dan sebagainya. Insya Allah, kalau tak ada halangan, buku anak tersebut akan terbit di tahun ini.

Bukan yang pertama kali, saya mengangkat tema mencintai lingkungan dalam cerita anak. Dalamย  Antologi Cerita Forum Penulis Bacaan Anak (PBA), yang terbit tahun 2010 lalu, dengan judul Misteri Penari Cilik, saya menyumbangkan satu cerita anak yang berjudul Misteri Pohon Munggur.

Dalam cerita itu, dikisahkan seorang anak harus kehilangan seluruh anggota keluarga karena tempat tinggalnya yang dahulu terkenal sebagai tempat wisata alam, dengan pohon-pohon yang rindang, danau buatan yang indah, lingkungan yang asri, luluh lantak akibat banjir bandang yang menimpa daerah tersebut.

Banjir bandang terjadi karena kerusakan lingkungan yang terus menerus dilakukan dengan cara menebang pohon, memperluas pemukiman tanpa memperhatikan resapan air, dan tidak menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Kenapa saya tertarik menulis cerita bertema lingkungan dan dari mana ide itu didapat ?

Continue reading

Advertisements

Idola Baru

Dan, semangat bangga atas tim nasional sepakbola Indonesia, mempengaruhi anak-anak juga.

Anak-anak pun punya idola baru : Irfan Bachdim, Gonzales, Nasuha, Firman Utina dan Markus Harison.

Tapi, yang paling menghebohkan ya si Irfan Bachdim itu. Bahkan berita tentangnya pun masuk ke Majalah Bobo.

Sekarang, banyak anak mulai suka nonton bola, setidaknya bermain bola sore-sore di lapangan kompleks, pada saat liburan sekolah seperti kemarin ๐Ÿ˜€

Continue reading

Anakku Bukan Anakmu

Biasanya seperti itu dikatakan orang tua, jika :
– Ada yang masalahin pola asuhnya.
– Ada yang kesel ngeliat sikap kasarnya kepada si anak.
– Ada yang protes ketidak mampuannya merawat, mengasuh, dan membimbing si anak.

Saya, sebagai orang tua, tentunya merasa kesal jika ada terjadi seperti yang diatas. Karena saya sebagai orang tua merasa yang paling berhak atas jiwa dan raga anak-anaknya.

Tapi pernahkah terpikir kita orang tua sudah mewujudkan hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang seperti apa yang mereka inginkan.

Continue reading