Lomba 17-an

17 Agustus sebentar lagi.

Dan, tahun ini bertepatan dengan bulan ramadhan. Di sekolah anak gw, perlombaan 17-an sudah dimulai dari kemarin. Seperti biasa tiap ada lomba, anak-anak gw pada heboh.

Seperti biasa, lomba 17-an nggak jauh dari lomba makan kerupuk, balap karung, bawa kelereng di sendok, masukin pensil ke botol, dan sebagainya.Biasanya, puncak perlombaan adalah lomba sepeda hias. Lucu dan seru deh !

Waktu masih kecil, gw inget gue paling suka tiap ada lomba 17-an. Dan lomba yang paling gue suka ikutin adalah lomba egrang. Hehehehe, udah nggak ada sekarang kali ya.

Rasanya seru aja gitu. Main egrang, sok bisa, baru beberapa langkah, eh mending, satu langkah deh, udah jatuh. Naik lagi, jalan lagi, jatuh lagi, hehehehe.

Continue reading

Indahnya Kebersamaan

Kebersamaan memang bukanlah suatu yang mudah untuk dilaksanakan. Kebersamaan memang mudah untuk diucapkan namun biasanya sangat sulit untuk dilakukan.

Dua minggu lalu, berawal dari iseng-iseng berhadiah ajakannya Kiky, maka kami pun (Saya dan Kayla, beserta Dahlia), pergi ke Monas. Rasanya sudah lama juga ngak ke Monas (terakhir tahun Nopember 2008), dan sudah lama juga para anggota KGB ngak berkumpul, pasca berkumpul di bulan Januari 2009.

Maka kami pun berkunjung ke Monas. Kirain Monas itu sudah dilupakan orang, ternyata…haiya makjang, antrian orang yang mau naik ke puncak Monas itu panjangnya ngalahin antrian BLT.

Continue reading

Seni Batu

Setelah gagal total di kursus menari Bali dan cuma omdo (omong doang) mau serius belajar balet, akhirnya anak sulung gw, Mbak Lily, rajin mengikuti les pianonya. Mungkin karena kemauan ini datang dari dirinya sendiri dan sesuai selera, sudah hampir 3 bulan ini latihannya lancar-lancar saja.

Alhamdulillah, semoga anak gw ngak seperti maknya, yang ngak ada jiwa seninya atau sewaktu gw kecil, si Bapak sering bilang gw, Seni Batu.

Seni batu, hehehehe, gw ngak tau apa maksudnya dulu. Mungkin kali karena gw bebal udah dimasukkin kursus seni macam-macam, tapi satu pun ngak ada yang beres. Les piano, gatot. Les gitar, ngak beres. Les menari Melayu, cuma bertahan setahun aja. Kebanyakan sih karena bosan.

Continue reading

Anak Dulu vs Anak Sekarang


Ini postingan lama. Waktu masih doyang ngeblog di Blogspot. Diangkat lagi karena kemarin gw ngemall sama Ratu Karaoke dan si Nicegreen, ngeliat kelakuan anak remaja sekarang dan membuat gw  teringat akan kenangan masa remaja dulu. Anak sekarang lebih canggih dibanding anak dulu.

Gimana ngak, dulu alat komunikasi jaman gw sekolah dulu, telepon rumah sama telepon umum. Jadi kalau ada cewek atau cowok yang ditaksir, duh itu telepon  bisa dijabanin tiap detik. Yang cewek deg-degan duduk deket telepon, nungguin ditelepon. Yang cowo, dengan modal duit cepek, nelepon di telepon umum, rela panas-panasan demi nelepon gebetannya.

Kalau sekarang ? Anak-anak remaja malah udah dari SD, sudah punya hape dengan berbagai fasilitas canggih, yang dengan modal pulsa sepuluh ribu udah bisa nelepon sepuas hatinya. Atau pakai fasilitas cetting buat ngerayu si doi 😀

Belum lagi banyaknya mall bertebaran di sana-sini, buat ngajakin pacar keliling keliling. Dulu, pacaran masa SMA, kalau ngak dirumah yah di sekolah 😀

Dulu, stasiun TV cuma TVRI. Baru merasakan adanya stasiun televisi swasta, di tahun 90-an, itu juga sudah mau tamat SMA. Tontonan saat itu yang paling bagus adalah Little House on The Praire. Meningkat sedikit si Unyil dan Telenova Isaura. Ada yang ingat tidak ?

Sekarang ? Stasiun TV ada 12, nyaris seluruh stasiun TV menyiarkan sinetron dan drama. Yang jelas drama Asia, dikuasai Indosiar. Bertabur wajah-wajah cantik dan ganteng. Dengan tema cerita yang nyaris sama dan tak sedikit yang menjiplak drama Asia.

Soal bacaan ? Anak dulu bangga sekali berlangganan Majalah Gadis. Rela menabung uang jajan buat beli Majalah Khusus Cerpen Anita Cemerlang atau Majalah HAI. Kalau dari pengarang luar negeri, yah Tintin, Asterix, Lima Sekawan, Trio Detektif, Pasukan Mau Tahu, Sapta Siaga, The Secret Seven dan Pippi si Kaos Kaki Panjang.

Kalau sekarang ? Bacaan anak sekarang ada Chiklit, Teenlit, dan komik dari negeri tetangga kayak Detektif Conan, Avatar, dan sebagainya yang perasaan gak tamat-tamat ceritanya.

Trus, anak cewek sekarang nih, doyan ngikutin pemilihan jadi fotomodel sampul majalah-majalah terkenal, yang lebih didominasi dengan majalah franchise dari luar negeri.

Dulu, tampil di acara Cerdas Cermat, Ayo Bernyanyi Bersama Bu Fat, atau ikutan Lomba Penulisan Ilmiah LIPI, serasa mendapat durian runtuh. Orang tua juga tidak kalah heboh. Belum juga ditayangkan di TV, sudah woro-woro ke seluruh keluarga besar.

Sekarang, orang tua sepertinya lebih senang anaknya jadi gadis sampul, artis, penyanyi dan bintang iklan. Kalau dulu, gw tertabrak motor karena baca buku sambil jalan. Keponakan gw ? keserempet motor karena asyik sms-smsan, sambil jalan.

Perbedaan-perbedaan itu membuat gw semakin merasa tua, padahal usia 40, yang katanya hidup dimulai saat umur 40, masih beberapa tahun lagi. Atau sebesar itu pengaruh globalisasi dan teknologi, sehingga membuat anak-anak sekarang sudah semakin canggih ?

Foto diambil dari http://www.dramasia.com

Kangen si Kece Tommy Page

aa tomi peij Blogwalking ketempat Bapak yang punya blog ini, tertarik dengan salah satu postingannya, yang bikin gw kangen sama salah satu sosok idola jaman 80-an dulu, si kece Tommy Page, dengan lagunya yang terkenal, yang masih gw inget :

– A Shoulder to Cry On,

– I’ll Be Your Everything

– Paintings on My Mind , bikin cewe-cewe suka pada mewek 😀

Meski banyak yang ngeraguin kelaki-lakian doi (ya iya lah, gimana ngak pada sirik, kalau tampang kecenya halus kayak cewe, trus gayanya kalau nyanyi nih, cool banget gitu lho), tapi tetep aja banyak cewek-cewek yang pada ngefans, termasuk gw dan potongan rambut doi, banyak ditiru cowok-cowok jadul 😀

Sekarang apa kabarnya yah si kece ini ? Kalau lihat di official websitenya sih doi makin kece aja, semakin matang….huek….huekkk…..

Dulu nih, jaman 84 – 90-an (jaman gw SMP dan SMA), penyanyi barat yang jadi idola : NKOTB, Tommy Page, Jason Donovan, Debbie Gibson, Kylie Minoque, Rick Astley, Jose Mari Chan, ah banyak deh. Tuaan dikit, seneng ama Air Supply, Duran Duran, Cindy Lauper, Rolling Stones, Queen.

Kalau penyanyi Indonesia yang ngetop di era 80-an, Dedi Dhukun, Dian Pramana Putra, Tito Soemarsono, Hedy Diana, Endang S. Taurina, Ratih Purwasih, Obbie Messak, Ade Putra, Jamal Mirdad, Ria Resty Fauzi, Dian Piesesha, Iis Sugianto, dan banyak lagi.

Nih, siapa tahu ada yang sama sama gw kangen dengan doi, gw kasih deh lirik lagu A Shoulder to Cry On :

Life is full of lots of ups and downs
but the distance feels further
when it’s headed for the ground
and there’s nothing more painful
than to let your feelings take
you down

It’s so hard to know
the way you feel inside
When there’s many thoughts
and feelings that you hide
But you might feel better
if you let me walk with you
by your side

All of the times
when everything is wrong
And you’re feeling like
there’s no use going on
You can’t give it up
I’ll help you work it out
and carry on

Side by side
with you till the end
I’ll always be the one
to firmly hold your hand
No matter what is said or done
Our love will always continue on

Everyone needs a shoulder to cry on
Everyone needs a friend to rely on
When the whole world is gone, you won’t be alone
cause I’ll be there
I’ll be your shoulder to cry on
I’ll be there
I’ll be your friend to rely on
When the whole world is gone, you won’t be alone
cause I’ll be there
You’ll have my shoulder to cry on
I’ll be there (I’ll be there)
I’ll be the one to rely on
When the whole world is gone, you won’t be alone
cause I’ll be there

And when the whole world’s gone
You’ll always have my shoulder to cry on

Cimon (Cinta Monyet)

Dua hari ngejagain anak gw, Kayla, yang suhu badannya panas tinggi, kerjaan gw yang lain adalah nonton TV terus (gimana ngak, soalnya gw bergerak sedikit aja udah ditangisin..he…he…). Salah satu acara yang gw tonton dan bikin gw tersenyum-senyum sendiri adalah acara reality show, bertajuk “Cinta Monyet”, yang ditayangin di SCTV.

Saat itu episode yang diputar, tentang seorang cewek umur 22 tahun bernama Amanda, yang belum bisa melupakan cinta monyetnya kepada seorang pria bernama Antoni (keren yah namanya).

Alkisah waktu SMA di Bandung, Amanda ini jadian sama si Antoni, yang dikenalin oleh Jeffri, teman mereka. Antoni ini anak baru pindahan dari Jakarta. Baru dua bulan jadian, sedang mesra-mesranya menikmati indahnya pacaran, eh tiba-tiba si Antoni ini menghilang tanpa kabar berita (sinetron banget yah). Si Amanda pun sedih dan berusaha mencari tahu, tapi ngak ada hasilnya.

Satu setengah tahun kemudian, dari Jeffri, Amanda baru tahu kalau Antoni itu pergi ke Belanda, karena opanya yang sakit dan mereka sekeluarga harus menemani sang opa. Dan 4 tahun kemudian (sekarang), Jeffri kembali memberi tahu Amanda bahwa si Antoni sudah kembali dan kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta.

Nah, sama acara Cinta Monyet inilah, si Amanda dan Antoni dipertemukan kembali untuk mengclearkan segala permasalahan yang dulu terjadi. Dan siapa tahu mereka masih ada rasa dan kalau masih mau bisa merajut kembali tali kasih yang sempat terputus di masa lalu…halah…

Oh yah, Reality Show Cinta Monyet ini, selain mempertemukan cowo cewe yang udah pernah pacaran, juga mempertemukan cowo atau cewe yang pernah suka dengan cowo/cewe di masa lalunya. Seru juga yah !

Nonton acara itu, bikin gw jadi inget masa-masa SMA, yang punya juga cinta monyet sama kakak kelas II Fisika. Doi, satu-satunya cowo yang gw kasih kartu ucapan selamat lebaran pakai puisi (suami gw aja ngak). Dan doi sering jadi inspirasi tulisan-tulisan gw di mading (norak banget yah).

Untung gw orangnya tipe teguh kukuh berlapis baja. Yang menyimpan segala sesuatunya dengan rapi didalam hati. Sampai sekarang, teman-teman gw termasuk sahabat dekat gw, ngak ada yang tahu kalau gw suka sama tuh cowo (kecuali Mas Iwan, udah gw ceritain dan mentertawakan gw dengan sadisnya). Dan baru di blog ini gw berani nyeritain. Thanks to Cimon 🙂

Kalau teman-teman gw itu tahu, gw pasti akan dihina dina dan ditertawakan dengan tampang ala Hulk, karena mereka tahu gw dikenal sebagai orang yang ngak mau menjalin hubungan asmara dengan teman satu lokasi (rumah, sekolahan, kuliah), satu kerjaan atau satu profesi. (Oh my god, untung Mas Iwan gw nemu di tempat lain).

Btw, kembali ke Cimon tadi, kalau masa remaja gw berada di masa sekarang, enak juga kali yah ditemuin dengan cinta monyet kita. Tapi, mengingat gw punya motto seperti yang diatas tadi, gengsi bercampur nangis bawang bombay dan cabe keriting sumatra.

Halah udah ah, pasti ada makhluk-makhluk yang tertawa terbahak-bahak dengan seringaian ala setannya membaca postingan ini. Ketawa ?! Satu Maret, pada gw jitakin.