Selamat Datang Freeelancer Indonesia

Bosan jadi pegawai?

Ingin jadi pengusaha bagi diri sendiri?

Bingung mencari pekerjaan yang tidak terlalu mengikat tapi penghasilan lumayan?

Ayo, ayo, segera pasang koneksi internetmu atau ke warnet buat yang nggak punya inet, buka tab dan segeralah browsing http://www.freelancer.co.id dan dapatkan ribuan lowongan pekerjaan yang bisa kamu pilih sesuai dengan bakat dan keahlianmu!

Freelancer.co.id, apa itu?

Rabu, 3 Oktober lalu, saya berkesempatan menghadiri peluncuran http://www.freelancer.co.id, situs kerja nomor satu di dunia, dengan tagline mereka. Undangan yang disampaikan di Group Facebook Blogger Reporter itu menarik perhatian saya dan ingin menghadirinya karena si pengundang, Harris Maulana mengatakan bahwa ini adalah kesempatan emas buat blogger untuk menjadi klien situs kerja tersebut karena banyak lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian blogger yaitu menulis.

Bersama Mira Sahid, kami menuju lokasi acara di Hotel Sulthan, Jakarta. Di ruang acara, sudah banyak blogger dan wartawan yang hadir dan ada beberapa orang yang sibuk mendaftar di situs tersebut karena pada hari itu pendaftaran dibuka gratis, terutama buat para undangan. ¬†Saya dan Mira pun tak ingin mensia-siakan kesempatan dan ikut mendaftar di http://www.freelancer.co.id ūüôā

Freelancer.co.id merupakan situs regional dari Freelancer.com untuk Indonesia. Freelancer.com merupakan situs outsource dan crowdsource terbesar di dunia dengan banyak website yang dilokalkan dalam pasar internasional seperti untuk Inggris, Kanada, dan Australia.

Dengan adanya situs regional di Indonesia, diharapkan pebisnis dan freelancer di Indonesia, dapat terhubung dengan lebih dari 4 juta profesional di seluruh dunia, dan dengan mudah mempekerjakan orang lain atau mencari pekerjaan secara online.

Menurut Vice Presiden of Growth, Willix Halim, masyarakat Indonesia dapat mengambil keuntungan dari semua fitur situs outsource dan crowdsource nomor satu di dunia, dan sekarang saat yang tepat untuk orang Indonesia membangun bisnis sendiri.

Willix mengungkapkan keunggulan freelancer.com adalah e-commerce untuk jasa. Produk ini mirip eBay, tapi khusus untuk layanan, bukan produk.

Kenapa Indonesia?

Karena sekitar 40 juta atau sekitar 17 % penduduk Indonesia adalah pengguna/user internet aktif, terutama pengguna jaringan sosial. Dan  berdasarkan salah satu jajak pendapat, dikatakan bangsa Indonesia adalah bangsa paling bersahabat terhadap pengusaha.

Bisa dikatakan, freelancer.com ini adalah semacam jembatan antara yang punya kerjaan dan yang butuh kerjaan. Sama-sama menguntungkan. Oh ya, karena di Indonesia, jangan khawatir, pelayanan dilakukan dalam bahasa Indonesia dan  mata uang yang diberlakukan untuk pembayaran tentu saja menggunakan rupiah. Website ini memiliki 400-500 kategori pekerjaan seperti penulisan artikel yang meliputi penulisan blog, penulisan fiksi, penulisan pidato, penulisan skenario, penulisan travell, dan banyak lagi. Cocoklah buat para blogger dan penulis lepas lainnya.

Sementara itu Daniel Pratidya, yang sudah sukses mendapat berbagai pekerjaan di freelancer.com mengatakan untuk mendapat pekerjaan di http://freelancer.co.id memang butuh kerja keras, tapi dengan banyak review akan semakin mudah mendapat pekerjaan lainnya.  Untuk itu, Daniel Pratidya memberikan tips, untuk lima pekerjaan pertama, jangan terlalu memasang harga, yang penting mendapat kepercayaan dulu.

Dengan banyaknya testimoni yang diberikan pemilik proyek yang menggunakan jasa Daniel, tak heran ia bisa mendapatkan uang 50 Dolar Amerika hanya dengan bekerja selama dua jam.

Dengan bekerja sebagai freelancer secara online, kita dapat meningkatkan keleluasaan pelayanan untuk klien dari manapun asalnya dan kecepatan lalu lintas pekerjaan kita. Selain itu, kita dapat bekerja di rumah dan memanfaatkan sekumpulan pemberi kerja di seluruh jangkauan industri yang sangat besar!

Advertisements

Apa kabar resolusi ?

Bulan Nopember sudah berakhir, dan sekarang menjalani Desember ceria, untuk kemudian menjalani tahun yang baru di 2011.

Waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa, kita sudah di penghujung tahun. Di Desember akan banyak libur panjang. Libur sekolah anak-anak, libur Natal dan Tahun Baru. Uuh, mesti siap-siap kantong jebol nih ūüėÄ

Di bulan Desember ini, banyak teman yang sudah merencanakan apa yang akan dilakukannya di tahun 2011. Apa yang menjadi target dan bagaimana pencapaian target itu. Resolusi istilahnya.

Continue reading

Ketika Pensiun Dini

“Eh loe lagi dimana ?”

“Haah, di rumah, emang loe udah nggak kerja ?”

“Kenapa ? Karena anak-anak ya ? nggak punya pembantu ya?”

Lain waktu.

“Mbak Indah beneran resign?”

“Nggak sayang tuh kerjaannya, kan udah bagus?”

“Mau ngerjain apa di rumah, ngurusin anak ya?”

Itulah serangkaian pertanyaan yang masih gue terima hingga sekarang, ketika gue memutuskan untuk pensiun dari urusan kerjaan di kantor di salah satu stasiun televisi, yang sekarang lagi tenar dengan urusan jodoh-jodohan itu.

Hello, emang kalau mutusin nggak kerja kantoran, karena masalah anak doang ?

Atau, nggak kerja lagi karena dipecat ?

Dan, kenapa gue mesti merasa sayang sama karier gue, kalau gue udah merasa nggak maksimal lagi sama kerjaan ?!!

Ah, sudahlah ngapain juga gue mesti susah payah mikirin pendapat orang. Gue bukan sembarangan memutuskan kok. Kalau nggak salah gue dah pernah posting (lupa linknya, males nyari), bahwa jika umur 40 nanti gue akan memutuskan pensiun dini, dan Alhamdulillah sebelum 40 tahun gue udah pensiun.

Apa yang gue kerjakan di rumah ? Ngurus anak ? Ya itu pastilah, masa emaknya udah di rumah anak-anak nggak diurus, bisa dikutuk¬† jadi emak durhaka gue ūüėÄ

Tapi selain ngurus anak-anak (sekarang gue tukang ojek mereka, antar jemput ke sekolah dan tempat les, asli cape…huhuhu), gue juga memutuskan untuk total menulis. Dan, Alhamdulillah ada saja yang mau ditulis, diedit dan yang¬† jelas banyak buku yang mesti dibaca, untuk dibuatkan resensinya, biar dapat buku gratisan dari penerbit…hehehehe

Amiin, Amiin.

Seperti kata salah seorang teman, title gue sekarang, fulltime writer mom’s, huahahahahahaha (gaya seorang penggangguran).

Be Your Self

Dalam salah satu postingan si Om yang blognya sering saya kunjungi ini, ada yang terkesan bagi saya¬†untuk memacu semangat menghasilkan sesuatu. Menurut si Om, dalam berkarya : Be Your Self, “Biar Jelek Hasil Karya Sendiri”.¬†Kebetulan saya tipe orang yang suka menunda-nunda pekerjaan, karena takut hasilnya tidak seperti yang saya inginkan atau orang lain harapkan.

Ini sebenarnya sudah pernah dikasih tahu si Wikipedian ganteng ini, saat melihat tanda tangan saya di acara ICT Award 2007. Menurut beliau, kalau mengerjakan sesuatu saya suka ribet atau banyak alasan pada tahap-tahap awalnya, tapi begitu sudah saya lakoni dan geluti, total sampai keakar-akarnya, mengerjakannya dengan segenap jiwa raga saya.

Ya, saya memang suka males kalau mau mengerjakan sesuatu, karena takut hasilnya jelek. Entah berapa banyak draft tulisan saya (baik yang berhubungan dengan pekerjaan kantor, pekerjaan sampingan, maupun ngeblog), foto-foto, dan scrapping, yang tersimpan di PC kantor, laptop Mas Iwan, dan PC dirumah, yang masih terbengkalai minta untuk diselesaikan.

Continue reading

Hanya di Jakarta

Setelah 6 tahun merasakan kenikmatan bekerja di salah lokasi Segitiga Emas (Wisma Indosemen, Jl. Jenderal Sudirman), akhirnya gw harus balik kandang ke lokasi yang sebenarnya dimana kantor gw berada, di Jalan Daan Mogot.

Kembali ke Daan Mogot, berarti gw harus berangkat dan pulang kerja sendirian dengan menggunakan angkutan umum (edan kalau gw minta dijemput dari Kuningan — lokasi kantor Mas Iwan — ke Daan Mogot, yang terkenal macetnya). Berangkat pun harus lebih pagi, karena absen pakai cap jempol, ngak pakai cara titip-titipan.

Selama tiga hari di Daan Mogot, gw melakukan profesi yang sudah lama gw tinggalkan. Misalnya nih, gw kembali melakukan pekerjaan sebagai pengejar angkot, komuter, tukang sumpah serapah karena angkot yang lama datang, pengantri yang tak tahu diri (udah tau antri masih mendesak-desak orang yang didepannya, karena didesak dari belakang), dan juga tukang tidur (apalagi kalau ada ibu-ibu yang naik ke bus, pura-pura tidur deh, supaya kursinya ngak diberi).

Yah begitulah, semua kelakuan minim gw itu merupakan adaptasi dari tingkah polah yang akan kita dapati sehari-hari dan ini (mengutip salah satu jargon di Nuansa Pagi RCTI) hanya ada di Indonesia eh salah di Jakarta.

Yup, Hanya ada di Jakarta ! Gw merasakan bagaimana lamanya menanti bus Transjakarta dari Kalideres yang akan ke Pulogadung. Ditunggu-tunggu selama 1,5 jam, yang ada selalu Tije ke Harmoni. Karena gw masih sayang anak gw, yang udah kelamaan nungguin gw pulang, akhirnya nyaris pukul 7 gw pun naik Tije yang kearah Harmoni.

Begitu sampai di Harmoni, ala makjan…antrian yang ke Pulogadung panjang sepanjang panjangnya. Butuh waktu 35 menit, untuk akhirnya gw bisa naik Tije kearah Pulogadung. Nah selama ngantri itu, saat antrian didepan masuk ke bus, gw didesak kedepan supaya maju padahal didepan aja ngantrinya masih panjang.

Udah didesak-desak begitu, eh masih ada yang mencoba-coba nyelonong dan orang yang ngak terima diserobot marah-marah. Belum lagi ada yang coba-coba melakukan pelecehan. Ih amit-amit banget deh !

Urusan antri mengantri ternyata tak hanya terjadi di jam pulang kantor, tapi juga berangkat kantor. Kembali lagi antri di Terminal Pulogadung, cuma ngak terlalu riweh karena bus Tije terbagi dua antara Harmoni dan Kalideres langsung. Tapi…..tetep aja untuk urusan antri, orang-orang masih perlu berdesak-desakan padahal sudah ada petugas yang mengaturnya. Hanya di Jakarta !!!