Setahun Sudah

Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Sudah setahun saya berhenti sebagai pegawai kantoran.

Bagaimana rasanya? Jangan ditanya soal ngasuh anak ya, setiap perempuan yang punya anak, baik itu kerja di kantoran atau di rumah, punya gaya sendiri-sendiri dalam mengasuh anaknya.

Kalau rasa bagaimana tidak bekerja kantoran, untuk saya masih menikmati. Karena terbebas dari bangun dini hari untuk buru-buru berangkat ke kantor. Terbebas dari kemacetan Jakarta, yang sepertinya semakin menggila. Terbebas dari deadline yang bikin jantungan.

Banyak kebebasan lah. Yang jelas, kalau anak-anak libur sekolah, udah nggak perlu pusing-pusing lagi menghitung cuti yang tersisa, dan bebas bergaul dengan teman-teman, yang dulu sangat susah dilakukan.

Yang nggak bebas apa? Duit, hahahaha

Continue reading

Advertisements

Ketika Pensiun Dini

“Eh loe lagi dimana ?”

“Haah, di rumah, emang loe udah nggak kerja ?”

“Kenapa ? Karena anak-anak ya ? nggak punya pembantu ya?”

Lain waktu.

“Mbak Indah beneran resign?”

“Nggak sayang tuh kerjaannya, kan udah bagus?”

“Mau ngerjain apa di rumah, ngurusin anak ya?”

Itulah serangkaian pertanyaan yang masih gue terima hingga sekarang, ketika gue memutuskan untuk pensiun dari urusan kerjaan di kantor di salah satu stasiun televisi, yang sekarang lagi tenar dengan urusan jodoh-jodohan itu.

Hello, emang kalau mutusin nggak kerja kantoran, karena masalah anak doang ?

Atau, nggak kerja lagi karena dipecat ?

Dan, kenapa gue mesti merasa sayang sama karier gue, kalau gue udah merasa nggak maksimal lagi sama kerjaan ?!!

Ah, sudahlah ngapain juga gue mesti susah payah mikirin pendapat orang. Gue bukan sembarangan memutuskan kok. Kalau nggak salah gue dah pernah posting (lupa linknya, males nyari), bahwa jika umur 40 nanti gue akan memutuskan pensiun dini, dan Alhamdulillah sebelum 40 tahun gue udah pensiun.

Apa yang gue kerjakan di rumah ? Ngurus anak ? Ya itu pastilah, masa emaknya udah di rumah anak-anak nggak diurus, bisa dikutuk  jadi emak durhaka gue 😀

Tapi selain ngurus anak-anak (sekarang gue tukang ojek mereka, antar jemput ke sekolah dan tempat les, asli cape…huhuhu), gue juga memutuskan untuk total menulis. Dan, Alhamdulillah ada saja yang mau ditulis, diedit dan yang  jelas banyak buku yang mesti dibaca, untuk dibuatkan resensinya, biar dapat buku gratisan dari penerbit…hehehehe

Amiin, Amiin.

Seperti kata salah seorang teman, title gue sekarang, fulltime writer mom’s, huahahahahahaha (gaya seorang penggangguran).