Melukis Rindu

Kini, dering telepon bagaikan lonceng surgawi yang membahana di dada.

Tak ada lagi yang malas mengangkat, semua berlomba untuk menjadi pendengar pertama.

Suara di ujung telepon laksana guyuran hujan yang membasahi tanah kering.

Baru tiga hari memang, namun kerinduan akan dirinya tak terlukiskan dengan gambaran indah sang maestro, atau rangkaian kata-kata indah sang penyair.

“Kok serak suaramu?”

Khawatir kesehatannya menurun.

“Iya nih, kebanyakan ketawa ngakak sama teman-teman.”

Ah, ternyata begitu.

Continue reading

Precious Ones

#TaruliStories #Day2

 

 Apakah kita akan mengatakan bahwa hanya anak pintar yang dapat hidup mulia?

Apakah anak dengan nilai rapot biasa-biasa saja tak berhak menjadi orang berguna dan membanggakan?

Sungguh, sekali-kali tidak…

Bahwa Allah telah memberikan kelebihan yang berbeda pada masing-masing anak kita.

Hanya…

Bisakah kita…

Sebagai orang yang dipercaya…

mampu membuat anak-anak semakin bersinar dengan talenta yang telah Allah anugerahkan pada mereka…

dengan potensi kesholihan mereka…

Dan semua kebaikan yang ada pada mereka…

(A.Saccharosa)

Dikutip dari Pondokku, Rumah Kedua Anakku

Pondok Pesantren Modern Islam Assalam, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, 2012